Tips Membuat Strategi Content Marketing untuk Bisnis, Pemula Wajib Coba

Joko Warino

Tips Membuat Strategi Content Marketing untuk Bisnis, Pemula Wajib Coba

Content Marketing menjadi salah satu strategi penting dalam pemasaran digital karena memungkinkan bisnis membangun hubungan dengan audiens melalui konten yang relevan, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Strategi ini tidak hanya digunakan untuk memperkenalkan produk atau layanan, tetapi juga dapat membantu meningkatkan reputasi brand, mendukung SEO, mendatangkan leads, serta meningkatkan peluang konversi.

Penerapannya dapat dilakukan melalui berbagai format, seperti artikel blog, media sosial, infografis, video, podcast, newsletter, hingga white paper.

Agar memberikan hasil yang optimal, Content Marketing perlu direncanakan berdasarkan target audiens, tujuan, KPI, jenis konten, channel distribusi, anggaran, serta evaluasi kinerja secara berkala.

Apa Itu Content Marketing?

Pemasaran adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memperkenalkan, mempromosikan, dan meningkatkan penjualan produk atau layanan kepada target pelanggan.

Dalam praktiknya, pemasaran dapat dilakukan melalui berbagai strategi, seperti riset pasar, branding, promosi, periklanan, hingga pemasaran digital.

Salah satu strategi yang banyak digunakan dalam pemasaran digital adalah Content Marketing atau pemasaran konten.

Strategi ini memanfaatkan berbagai jenis konten, seperti artikel blog, postingan media sosial, video, infografis, podcast, maupun konten edukasi lainnya untuk menarik perhatian dan membangun hubungan dengan audiens.

Pelajari lebih lanjut tentang Media Sosial vs Website, Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis?

Secara sederhana, Content Marketing adalah strategi pemasaran yang berfokus pada pembuatan dan penyebaran konten yang relevan, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan audiens.

Konten tersebut dibuat bukan sekadar untuk mendapatkan perhatian, tetapi juga membantu menjawab pertanyaan, memberikan informasi, atau menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi calon pelanggan.

Sebagai contoh, sebuah bisnis yang menjual produk perawatan tanaman dapat membuat artikel tentang cara merawat tanaman, video tutorial penggunaan pupuk, atau infografis mengenai tanda-tanda tanaman kekurangan nutrisi.

Konten tersebut memberikan manfaat kepada pembaca atau penonton sekaligus memperkenalkan bisnis secara tidak langsung.

Hal ini menjadi salah satu perbedaan utama antara Content Marketing dan iklan konvensional. Periklanan umumnya menyampaikan pesan promosi secara langsung, misalnya menawarkan produk, harga, diskon, atau mengajak konsumen melakukan pembelian.

Sementara itu, Content Marketing lebih mengutamakan pemberian informasi dan manfaat terlebih dahulu sehingga hubungan dengan audiens dapat dibangun secara bertahap.

Bagaimana Content Marketing Dilakukan?

Content Marketing dilakukan melalui beberapa tahapan yang saling berkaitan. Setiap tahap perlu direncanakan agar konten yang dibuat tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan audiens dan tujuan bisnis.

1. Menganalisis Target Audiens

Langkah pertama adalah memahami siapa target audiens yang ingin dijangkau. Analisis dapat mencakup usia, pekerjaan, minat, kebutuhan, kebiasaan mencari informasi, hingga masalah yang sedang mereka hadapi.

Dengan memahami karakteristik audiens, bisnis dapat membuat konten yang lebih relevan dan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan perhatian.

2. Menentukan Topik dan Tema Konten

Setelah mengetahui target audiens, tentukan topik yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Topik dapat berasal dari pertanyaan pelanggan, masalah yang sering muncul, tren industri, maupun kata kunci yang banyak dicari di mesin pencari.

Pemilihan topik yang tepat membantu konten menjadi lebih bermanfaat sekaligus mendukung tujuan pemasaran.

3. Membuat Konten yang Bernilai

Tahap berikutnya adalah membuat konten berdasarkan topik yang sudah ditentukan. Konten dapat berupa artikel blog, video, infografis, podcast, postingan media sosial, tutorial, atau format lainnya.

Isi konten sebaiknya memberikan informasi yang jelas, mudah dipahami, dan benar-benar membantu audiens menyelesaikan masalah atau mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

4. Menyesuaikan Format dengan Platform

Setiap platform memiliki karakteristik audiens dan format konten yang berbeda. Artikel yang panjang dan mendalam dapat dipublikasikan melalui website, sedangkan informasi yang lebih singkat dapat dikemas menjadi konten media sosial atau video pendek.

Penyesuaian format membuat pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh audiens di masing-masing platform.

5. Mempublikasikan dan Mempromosikan Konten

Konten yang sudah selesai dibuat perlu dipublikasikan melalui saluran yang sesuai. Selain website dan media sosial, konten juga dapat dipromosikan melalui email marketing, komunitas, mesin pencari, maupun kanal digital lainnya.

Promosi membantu meningkatkan jangkauan sehingga konten tidak hanya bergantung pada audiens yang sudah mengenal bisnis.

6. Mengoptimalkan Konten untuk Mesin Pencari

Jika konten dipublikasikan di website, optimasi mesin pencari atau SEO dapat diterapkan agar konten lebih mudah ditemukan melalui Google dan mesin pencari lainnya.

Optimasi dapat dilakukan melalui penggunaan kata kunci yang relevan, struktur heading yang jelas, internal link, judul yang sesuai dengan maksud pencarian, serta penyajian informasi yang bermanfaat bagi pembaca.

7. Menganalisis Kinerja Konten

Setelah dipublikasikan, kinerja konten perlu dipantau. Beberapa data yang dapat diperhatikan antara lain jumlah kunjungan, tayangan, interaksi, klik, waktu yang dihabiskan pengguna pada halaman, hingga konversi.

Data tersebut dapat membantu mengetahui jenis konten yang mendapatkan respons paling baik dari audiens.

8. Melakukan Evaluasi dan Perbaikan

Tahap terakhir adalah mengevaluasi hasil yang diperoleh. Jika sebuah konten memiliki performa yang baik, topik tersebut dapat dikembangkan menjadi konten baru dengan sudut pembahasan yang berbeda.

Jika hasilnya belum sesuai harapan, lakukan perbaikan pada bagian yang diperlukan, seperti judul, struktur tulisan, gambar, pemilihan topik, gaya bahasa, format konten, atau strategi promosinya.

Dengan melakukan proses tersebut secara berkelanjutan, Content Marketing dapat menjadi strategi yang terus berkembang berdasarkan data, kebutuhan audiens, dan tujuan bisnis.

Alasan Content Marketing Penting untuk Bisnis

Pentingnya Content Marketing telah disebutkan beberapa kali di atas.

Mungkin sekarang Anda bertanya-tanya, apa yang membuat Content Marketing begitu penting?

Untuk membantu Anda memahami betapa pentingnya Content Marketing, akan dijelaskan beberapa alasan mengapa bisnis Anda dapat memperoleh manfaat dari melakukan Content Marketing:

1. Meningkatkan Reputasi Brand

Salah satu keunggulan yang dapat menunjukkan pentingnya Content Marketing adalah kualitas reputasi merek yang dihasilkan dari konten yang baik.

Dengan kondisi pasar digital yang sudah terlalu ramai seperti sekarang ini, membangun kepercayaan dari lead dan pelanggan menjadi sangat vital.

Keberhasilan mendapatkan kepercayaan pelanggan tentunya akan berdampak langsung pada reputasi merek yang positif.

Konten yang relevan akan membantu Anda membangun kepercayaan dari prospek dan pelanggan.

Konsumen yang membaca konten Anda akan memiliki opini tentang merek Anda.

Jika mereka menemukan konten yang menarik, mendidik, dan orisinal, maka mereka akan memiliki pendapat yang sama tentang merek Anda.

2. Tingkatkan Konversi

Memproduksi konten yang baik secara tidak langsung akan berdampak baik pada tingkat konversi bisnis Anda.

Pernyataan ini dapat dibuktikan dengan statistik berikut:

  • Menurut 74% perusahaan pengambil survei, Content Marketing telah berhasil meningkatkan prospek pemasaran mereka, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
  • Content Marketing mampu menghasilkan tingkat konversi 6 kali lebih tinggi daripada metode pemasaran digital lainnya.
  • Pemasar masuk dapat menggandakan tingkat konversi situs rata-rata mereka dari hasil upaya Content Marketing mereka.

Dari beberapa statistik di atas, dapat disimpulkan dengan aman bahwa Content Marketing adalah salah satu metode paling efektif untuk mencapai konversi.

Melalui Content Marketing, Anda memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dan mengedukasi konsumen.

Interaksi tersebut tidak hanya baik untuk reputasi merek Anda, tetapi juga memberikan kesempatan bagi Anda untuk memberikan informasi yang relevan kepada calon pelanggan untuk melakukan transaksi.

3. Membantu SEO

Salah satu keuntungan paling jelas dari menjalankan Content Marketing adalah perannya dalam membantu Anda melakukan SEO Anda.

Tidak ada keraguan bahwa SEO memiliki peran penting dalam meningkatkan visibilitas online merek Anda.

Namun, SEO Anda tidak akan berfungsi jika Anda tidak mengoptimalkan konten Anda juga.

Menurut Tech Client, memproduksi konten adalah teknik paling efektif dalam upaya SEO.

Faktanya, situs bisnis yang secara konsisten mempublikasikan konten blog rata-rata memiliki 438% halaman yang terindeks di mesin pencari, lebih banyak daripada situs tanpa blog.

Semakin banyak konten yang tersedia di situs web Anda, semakin banyak halaman yang diindeks oleh mesin pencari.

Hal ini akan berimplikasi pada semakin besar kemungkinan website Anda mendapatkan traffic yang lebih banyak.

Baca Juga : Apa itu SEO?

Cara Yang Cost-Effective Untuk Mendatangkan Leads Baru

Lead generation tentu sangat penting bagi bisnis yang bergantung pada konsistensi traffic untuk meningkatkan brand awareness dan meningkatkan penjualan.

Content Marketing adalah salah satu cara paling murah untuk menarik prospek.

Dengan biaya 62% lebih murah daripada metode pemasaran lain yang lebih tradisional, Content Marketing dapat menghasilkan prospek tiga kali lebih banyak, menurut DemandMetric.

Inilah yang membuat Content Marketing penting, terutama untuk merek kecil.

Jenis Content Marketing

Ada beberapa jenis pilihan Content Marketing yang bisa Anda masukkan ke dalam strategi digital marketing Anda, berikut beberapa di antaranya:

1. Media Sosial

Platform yang satu ini telah mengumpulkan 3,6 miliar pengguna di seluruh dunia.

Maka tak heran mengapa banyak brand berinvestasi dalam pemasaran media sosial.

Ada berbagai platform (misalnya Facebook, Instagram, Pinterest, LinkedIn, TikTok).

Yang dapat Anda gunakan sebagai media Content Marketing Anda.

Masing-masing platform ini memiliki format konten dan demografi pengguna yang berbeda.

Cobalah untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum memutuskan platform mana yang akan digunakan.

2. Infografik

Konten infografis menyajikan informasi dan data dalam bentuk grafik sehingga mudah dipahami khalayak.

Dengan pernyataan yang singkat dan padat, serta gambar yang jelas, Anda dapat berbagi informasi pendidikan yang kompleks dengan calon pelanggan sehingga lebih mudah dipahami.

3. Blog

Blog adalah salah satu implementasi pemasaran masuk yang paling efektif.

Dengan menggunakan blog, Anda dapat menjelajahi topik yang relevan dengan bisnis Anda untuk berbagai tujuan.

4. Video

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hubspot, lebih dari 50% konsumen menginginkan konten video dari merek yang mereka gunakan.

Dilansir dari wyzowl, bahwa Video terus digunakan oleh sebagian besar bisnis. 86% bisnis menggunakan video sebagai alat pemasaran.

Anda dapat memilih untuk mempublikasikan konten pemasaran video Anda di media sosial, halaman arahan, atau situs web rekan pemasaran Anda.

Sebagian besar pemasar ( hingga 92%) menilai video sebagai ‘bagian penting’ dari strategi pemasaran mereka.

5. Podcast

Tersedianya channel Podcast di Spotify mulai tahun 2018 menjadi awal dari popularitas podcast di Indonesia.

Hingga saat ini, Indonesia adalah pendengar podcast terbesar di Asia Tenggara di Spotify.

Podcast memungkinkan bisnis Anda meliput topik seputar merek Anda secara kreatif.

Anda juga dapat mengundang pembicara untuk membuat podcast Anda lebih menarik.

Bahkan hari ini, Anda juga dapat beriklan di podcast untuk meningkatkan eksposur merek Anda.

6. Paid Ads

Iklan Berbayar atau Digital Ads dapat membantu untuk memperluas jangkauan audiens Anda dan memudahkan untuk menempatkan merek Anda di saluran yang Anda inginkan.

Ada banyak media yang bisa Anda pilih untuk menempatkan iklan berbayar seperti media sosial, spanduk, halaman arahan, dan konten bersponsor.

7. Newsletter

Newsletter dapat didefinisikan sebagai upaya untuk tetap berhubungan dengan pelanggan melalui email.

Bahkan dapat diartikan sebagai publikasi singkat dengan peristiwa terkini.

Newsletter digunakan untuk pelanggan yang telah berhubungan dengan perusahaan/calon yang sangat ingin mengetahui informasi terbaru.

Tidak hanya memastikan bahwa orang tetap update dengan perkembangan perusahaan.

Tetapi juga digunakan oleh pemilik toko online untuk menginformasikan suatu produk di Newsletter terbaru dan bahkan untuk menginformasikan harga diskon.

Oleh karena itu Anda dapat mengembangkan portal belanja dan tautan tempat berbasis web.

Salah satu buletin terbaik untuk strategi Content Marketing berasal dari BarkBox. BarkBox menggunakan gambar tematik tentang kehidupan anjing yang ada.

8. White Paper

Kertas putih adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan untuk menonjolkan fitur dari suatu produk.

Jenis Content Marketing ini menyajikan bukti faktual berdasarkan penelitian atau tes.

Dengan cara ini, pemasar mencoba mempengaruhi audiens mereka untuk membeli produk tanpa menggunakan iklan mewah. Salah satu contoh terbaik dari kertas putih adalah Microsoft Azure Stack.

Contoh Content Marketing

Berikut adalah beberapa contoh Content Marketing untuk memudahkan Anda memahami bagaimana konten dapat digunakan dalam strategi pemasaran.

Setiap contoh menggunakan pendekatan yang berbeda, mulai dari media sosial, infografis, artikel blog, video, hingga podcast. Pemilihan format sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik audiens, tujuan pemasaran, serta platform yang digunakan.

1. Instagram Content Marketing

Akun Instagram Netflix Indonesia merupakan salah satu contoh penerapan Content Marketing melalui media sosial.

Netflix menggunakan Instagram untuk membagikan berbagai konten yang unik, menghibur, dan relevan dengan pengikutnya, seperti cuplikan tayangan, meme, informasi karakter, serta konten yang berkaitan dengan film dan serial.

Pendekatan tersebut membuat akun tidak hanya berfungsi sebagai tempat promosi layanan, tetapi juga menjadi sumber hiburan bagi audiens.

Konten yang menarik dan sesuai dengan karakter pengguna Instagram dapat membantu meningkatkan interaksi sekaligus memperkuat hubungan antara brand dan audiens.

2. Infographic Content Marketing

ChairOffice membuat sebuah infografis yang berisi informasi tentang 10 rekor dunia yang bisa Anda coba saat rehat sambil bekerja di rumah.

Informasi yang cukup kompleks dikemas dalam bentuk visual sehingga lebih mudah dibaca dan dipahami.

Penggunaan gambar, ilustrasi, serta teks yang singkat membuat infografis lebih menarik perhatian audiens.

Format seperti ini juga cocok digunakan untuk menyampaikan data, tips, fakta, atau informasi edukatif yang ingin disajikan secara ringkas.

3. Blog Content Marketing

Expedia membagikan berbagai informasi seputar perjalanan melalui blog, termasuk rekomendasi hotel, tempat menarik untuk dikunjungi, serta berbagai aktivitas yang dapat dilakukan ketika bepergian.

Blog dapat menjadi sarana Content Marketing yang efektif karena memungkinkan bisnis membahas suatu topik secara lebih mendalam.

Artikel yang memberikan jawaban atas kebutuhan audiens juga dapat membantu meningkatkan brand awareness sekaligus mendatangkan pengunjung dari mesin pencari.

4. Video Content Marketing

Video merupakan salah satu format Content Marketing yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi secara visual dan lebih mudah dipahami.

Bisnis dapat membuat berbagai jenis video, seperti tutorial, demonstrasi produk, tips, ulasan, wawancara, hingga video edukasi.

Sebagai contoh, bisnis yang menjual produk perawatan tanaman dapat membuat video tentang cara menggunakan pupuk, teknik pemangkasan, atau cara mengatasi masalah pada tanaman.

Konten tersebut memberikan informasi yang bermanfaat sekaligus memperkenalkan produk kepada calon pelanggan secara lebih alami.

5. Podcast Content Marketing

Podcast dapat digunakan sebagai media untuk membahas topik yang berkaitan dengan industri, produk, layanan, maupun permasalahan yang dihadapi oleh target audiens.

Format audio memungkinkan audiens memperoleh informasi sambil melakukan aktivitas lain, seperti bekerja, berkendara, atau berolahraga.

Sebagai contoh, perusahaan di bidang digital marketing dapat membuat podcast yang membahas SEO, Content Marketing, media sosial, dan perkembangan pemasaran digital.

Dengan menghadirkan narasumber yang relevan dan pembahasan yang bermanfaat, podcast dapat membantu membangun kredibilitas sekaligus memperluas jangkauan brand.

Tips Membuat Strategi Content Marketing

Menjalankan Content Marketing saja tidak akan membawa merek Anda ke berbagai manfaat yang dijanjikannya.

Dibutuhkan perencanaan strategis yang matang agar bisnis Content Marketing Anda berjalan efektif dan efisien.

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengembangkan strategi Content Marketing.

1. Menentukan Smart Goals

Langkah pertama dalam membuat strategi pemasaran menggunakan konten adalah menentukan tujuan SMART.

Teknik yang diperkenalkan oleh George T. Doran singkatan dari spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu.

Strategi ini harus dibuat secara khusus karena berfungsi sebagai pelengkap tujuan pemasaran dan visi bisnis, yaitu sebagai berikut:

  • Spesifik (spesifik)

Konten yang dibuat harus spesifik.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan tidak ambigu.

Tujuan yang jelas dan spesifik memiliki peluang sukses yang lebih besar.

Ada 5 pertanyaan yang perlu diingat saat menetapkan tujuan spesifik: Apa, Kapan, Di mana, Mengapa, Siapa.

  • Measurable (terukur)

Target pembuatan konten pemasaran harus terukur dengan jelas.

Measurability ditunjukkan dengan adanya indikator.

Misalnya, siapa target audiensnya?

Jika Anda sudah mengetahui siapa target audiens Anda, Anda bisa membuat berbagai jenis konten yang sesuai untuk menjangkau mereka.

  • Attainable (dapat tercapai)

Saat Anda membuat strategi konten baik di media sosial atau platform lain, pastikan targetnya realistis.

Target yang dibuat harus disesuaikan dengan kemampuan, anggaran, dan kinerja tim.

  • Relevan (relevan)

Jika Anda sudah mengetahui target pasar Anda, konten harus relevan dan berkualitas.

Semakin relevan dan berkualitas konten, semakin mudah audiens Anda mengingat dan mencerna konten dan merek Anda.

  • Timely (rentang waktu)

Target yang ingin dicapai juga harus memiliki waktu mulai dan waktu berakhir (deadline).

Penyelesaian sesuai dengan tenggat waktu berguna untuk mengukur tingkat keberhasilan dan efektivitas strategi yang dibuat.

2. Menentukan KPI

KPI atau Key Performance Indicator adalah indikator numerik yang diukur dan dianalisis dalam periode tertentu.

Tujuannya untuk membantu efektivitas strategi Content Marketing yang digunakan.

Misalnya, jika salah satu Sasaran SMART Anda adalah meningkatkan kesadaran merek, Anda dapat mengukurnya melalui indikator seperti lalu lintas web, pengikut di media sosial, atau jumlah tayangan iklan Anda.

Teknis sebenarnya adalah dalam 6 bulan Anda dapat menetapkan target implementasi KPI berupa peningkatan 10 halaman arahan, membuat 25 konten blog, 10 juta tayangan, 30 konten media sosial, dan 4 pemasaran email setiap bulan.

Strategi yang telah diterapkan nantinya dapat diperbaiki jika angka KPI tidak sesuai dengan target yang diinginkan.

3. Menentukan Jenis Konten

Pastikan Anda membuat jenis konten yang sesuai dengan target pasar Anda. Anda bisa memulainya dengan membuat berbagai rumusan pertanyaan.

Tujuannya adalah untuk mempersempit topik konten dan jenis konten sehingga dapat secara efektif menargetkan audiens target.

4. Menentukan Content Channels

Menentukan Content Channels adalah langkah selanjutnya dalam menerapkan strategi Content Marketing.

Setelah memilih dan memutuskan jenis konten, pilih saluran tertentu untuk membuat dan berbagi konten.

Pastikan konten yang dibuat jelas, karena setiap channel memiliki ciri khasnya masing-masing.

Misalnya, Instagram adalah tempat yang bagus untuk berbagi foto dan video, sedangkan LinkedIn dan Twitter bagus untuk berbagi konten tertulis.

5. Menentukan Budget

Menghitung pengeluaran diperlukan saat memulai Content Marketing.

Oleh karena itu, tentukan anggaran yang akan dikeluarkan. Sebelum menetapkan anggaran, pertimbangkan jenis konten, KPI, dan saluran yang akan digunakan.

Selain itu, Anda juga harus memperhitungkan pengeluaran lain, seperti anggaran untuk membeli kamera berkualitas dan software desain grafis, seperti Canva atau Adobe Photoshop.

Jangan lupa untuk menyiapkan anggaran untuk pembuat konten, bersama dengan anggaran iklan.

6. Membuat Dan Mendistribusikan Konten

Buat konten yang bermanfaat untuk audiens target sehingga mereka dapat mengambil manfaat dari konten Anda.

Di media sosial, agar konten dapat dibagikan dengan pelanggan secara teratur dan otomatis, gunakan kalender media sosial atau kalender konten editorial untuk membantu Anda menjadwalkan dan mengoptimalkan upaya distribusi konten Anda.

7. Memantau Dan Menganalisis Konten

Langkah terakhir dalam strategi ini adalah melakukan pemantauan dan analisis konten.

Tujuannya adalah untuk melihat seberapa sukses strategi Content Marketing Anda.

Pemantauan dan analisis juga diperlukan untuk menyempurnakan dan menyempurnakan strategi konten agar dapat menjangkau target audiens dengan lebih baik.

Untuk melihat keberhasilan strategi yang digunakan, pantau SMART goal dan KPI. Lihat apakah target sudah tercapai atau belum.

Jika tidak, Anda harus meningkatkan atau mengubah strategi Content Marketing Anda.

Demikian ulasan tentang Content Marketing: Arti, Jenis, Contoh Dan Tips Membuat Strategi Content Marketing semoga bermanfaat.

Kesimpulan

Content Marketing merupakan strategi pemasaran yang mengutamakan pembuatan dan distribusi konten bernilai untuk menarik, memberikan informasi, serta membangun hubungan dengan audiens.

Keberhasilannya tidak hanya bergantung pada banyaknya konten yang dipublikasikan, tetapi juga pada relevansi konten, pemilihan format dan channel, optimasi SEO, serta kemampuan dalam mengukur dan mengevaluasi hasilnya.

Dengan menetapkan tujuan SMART, menentukan KPI, memilih jenis konten yang sesuai, mengatur anggaran, dan melakukan pemantauan secara berkelanjutan, bisnis dapat mengembangkan strategi Content Marketing yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan audiens maupun tujuan bisnis.

Baca Juga : 8+ Cara Membuat Content Plan Efektif bagi Digital Marketing

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang blogger yang mendalami dunia SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2012 hingga saat ini dan terus belajar memahami perkembangan logaritma yang terus di update oleh Google.

Tinggalkan komentar