Website tidak cukup hanya dibuat dan kemudian dibiarkan berjalan tanpa pemeriksaan.
Agar tetap memiliki performa yang optimal, website perlu dievaluasi secara berkala melalui website audit.
Proses ini mencakup pemeriksaan berbagai aspek, mulai dari SEO, teknis, kualitas konten, navigasi dan pengalaman pengguna, E-E-A-T, keamanan, internal link, indexing, Core Web Vitals, hingga kemampuan website menghasilkan konversi.
Dengan melakukan audit secara menyeluruh, pemilik website dapat menemukan berbagai masalah, mengetahui bagian yang perlu dioptimalkan, serta menentukan prioritas perbaikan berdasarkan dampaknya terhadap performa website dan tujuan bisnis.
Pengertian Website Audit
Website audit adalah proses pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh terhadap sebuah website untuk mengetahui kondisi, kualitas, performa, keamanan, serta efektivitasnya dalam mencapai tujuan bisnis.
Audit website biasanya mencakup beberapa aspek, seperti:
- SEO : mengevaluasi struktur website, keyword, internal link, metadata, indexing, dan visibilitas di mesin pencari.
- Teknis : memeriksa kecepatan, Core Web Vitals, mobile-friendliness, broken link, sitemap, robots.txt, dan struktur URL.
- Konten : menilai kualitas, relevansi, kelengkapan, keunikan, dan kesegaran artikel.
- UX/UI : melihat kemudahan navigasi, keterbacaan, desain, dan pengalaman pengguna.
- E-E-A-T : mengevaluasi pengalaman, keahlian, otoritas, dan kepercayaan yang ditampilkan website.
- Keamanan : memeriksa HTTPS, keamanan CMS, plugin, serta potensi kerentanan.
- Konversi : menilai apakah website mampu mengarahkan pengunjung menuju tindakan yang diinginkan, seperti membeli, menghubungi, atau mendaftar.
Tujuan utama website audit bukan sekadar menemukan kesalahan, tetapi menentukan masalah yang paling berdampak dan menyusun prioritas perbaikannya.
Dengan audit yang dilakukan secara berkala, pemilik website dapat meningkatkan performa SEO, pengalaman pengguna, kredibilitas, traffic, dan peluang konversi.
Manfaat Melakukan Audit Terhadap Website
Melakukan audit website secara berkala membantu pemilik website mengetahui bagian yang sudah optimal dan aspek yang masih membutuhkan perbaikan. Audit tidak hanya berfokus pada SEO, tetapi juga mencakup aspek teknis, konten, keamanan, pengalaman pengguna, hingga konversi.
Beberapa manfaat utama audit website adalah:
1. Menemukan Masalah Teknis
Audit website membantu menemukan berbagai masalah teknis yang mungkin tidak terlihat secara langsung, seperti broken link, halaman error, redirect yang tidak tepat, masalah indexing, sitemap yang bermasalah, hingga struktur URL yang kurang optimal.
Dengan mengetahui masalah tersebut lebih awal, pemilik website dapat segera melakukan perbaikan sebelum berdampak lebih besar terhadap performa website.
2. Meningkatkan Performa SEO
Website audit dapat mengungkap berbagai faktor yang menghambat performa SEO, mulai dari penggunaan keyword, title tag, meta description, heading, internal link, canonical, hingga struktur konten.
Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar untuk memperbaiki halaman agar lebih mudah dipahami mesin pencari dan lebih relevan dengan kebutuhan pengguna.
3. Meningkatkan Kualitas Konten
Audit membantu mengidentifikasi konten yang sudah tidak relevan, terlalu tipis, memiliki informasi yang kedaluwarsa, atau belum menjawab search intent secara optimal.
Konten tersebut kemudian dapat diperbarui, diperluas, digabungkan, atau bahkan dihapus jika memang tidak lagi memberikan manfaat bagi pengguna maupun website.
4. Meningkatkan Pengalaman Pengguna
Website yang memiliki navigasi rumit, tampilan tidak responsif, teks sulit dibaca, atau halaman terlalu lambat dapat membuat pengunjung meninggalkan website.
Melalui audit, berbagai hambatan tersebut dapat ditemukan sehingga struktur navigasi, tampilan, kecepatan, dan kemudahan penggunaan website dapat ditingkatkan.
5. Memperkuat E-E-A-T dan Kredibilitas
Audit website dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah website sudah menunjukkan pengalaman, keahlian, otoritas, dan kepercayaan yang memadai.
Informasi seperti profil penulis, sumber referensi, halaman About, kontak, identitas bisnis, dan transparansi informasi dapat diperiksa untuk meningkatkan kredibilitas website di mata pengguna.
6. Meningkatkan Keamanan Website
Keamanan menjadi bagian penting dalam audit karena website dapat menghadapi berbagai risiko, terutama jika menggunakan CMS, plugin, atau komponen pihak ketiga.
Audit dapat membantu menemukan penggunaan software yang sudah usang, konfigurasi yang kurang aman, masalah HTTPS, maupun potensi kerentanan lain yang perlu segera ditangani.
7. Meningkatkan Kecepatan Website
Audit dapat menunjukkan penyebab website berjalan lambat, seperti ukuran gambar yang terlalu besar, terlalu banyak script, penggunaan plugin berlebihan, atau konfigurasi server yang kurang optimal.
Website yang lebih cepat tidak hanya memberikan pengalaman yang lebih baik, tetapi juga membantu mengurangi kemungkinan pengunjung meninggalkan halaman sebelum konten terbuka.
8. Meningkatkan Conversion Rate
Website audit dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah pengunjung sudah diarahkan dengan jelas menuju tindakan yang diinginkan, seperti melakukan pembelian, mengisi formulir, menghubungi bisnis, atau mendaftar layanan.
Elemen seperti CTA, landing page, formulir, struktur informasi, dan proses konversi dapat dianalisis untuk menemukan hambatan yang perlu diperbaiki.
9. Mengoptimalkan Struktur Internal Link
Audit membantu menemukan peluang internal linking yang terlewat, halaman penting yang terlalu sedikit mendapatkan tautan, serta link yang mengarah ke halaman error atau tidak relevan.
Struktur internal link yang baik membantu pengguna menemukan informasi terkait sekaligus membantu mesin pencari memahami hubungan dan hierarki antarhalaman.
10. Menentukan Prioritas Perbaikan Website
Salah satu manfaat terpenting audit adalah menghasilkan daftar masalah yang dapat disusun berdasarkan tingkat urgensi, dampak, dan kemudahan pengerjaannya.
Dengan prioritas yang jelas, pemilik website tidak perlu memperbaiki semua masalah sekaligus, tetapi dapat terlebih dahulu menangani persoalan yang paling berpengaruh terhadap SEO, performa, pengalaman pengguna, keamanan, dan tujuan bisnis.
Langkah Penting untuk Melakukan Website Audit
Website audit dapat dilakukan dengan cara tertentu yang efektif dan efisien.
Bagaimana cara untuk melakukan audit terhadap suatu website?
Berikut ini langkah-langkah dalam panduan website audit yang dapat dilakukan, yaitu:
1. Audit Terhadap Tampilan atau Desain Website
Tampilan atau desain website merupakan hal pertama yang dilihat oleh para pengunjung website.
Ketika website memiliki tampilan menarik, maka pengunjung akan merasa lebih tertarik untuk menelusuri isi dari website tersebut.
Oleh karena itu, audit terhadap desain website sangat penting dilakukan sebagai langkah awal dalam memikat pengunjung.
Pastikan website memiliki desain atau tampilan yang modern dan tidak ketinggalan zaman.
Perhatikan juga pop up dan iklan yang tampil.
Jangan sampai pop up dan iklan yang muncul di website malah membuat pengunjung merasa tidak nyaman.
Dua hal ini akan mempengaruhi conversion rate dan SEO pada website.
Ketika pengunjung merasa terganggu dengan adanya pop up atau iklan, maka mereka tidak akan membeli produk yang ditawarkan website bisnis.
Hal ini menyebabkan performa conversion rate website menurun.
Selain itu, pengunjung yang merasa terganggu pastinya akan pergi atau keluar dari website tersebut.
Akibatnya, tingkat bounce rate meningkat dan membuat efek negatif terhadap ranking SEO website.
Oleh karena itu, coba lihat pop up dan iklan pada website.
Hapus pop up dan iklan yang memang tidak diperlukan dan tidak ada hubungannya dengan tujuan website.
Bagian lainnya dari tampilan website yang perlu diaudit adalah tulisan. Pastikan tulisan yang tampil di website nyaman untuk dibaca oleh pengunjung.
2. Melakukan Pemeriksaan Navigasi
Audit terhadap navigasi website juga perlu dilakukan agar pengunjung merasa lebih nyaman.
Pastikan menu navigasi website sudah mengarah pada bagian halaman yang penting.
Selain itu, pastikan juga menu navigasi website memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk menghubungi Anda.
Sebaiknya pelajari tentang cara membuat menu/ sub menu dengan baik di WordPress.
Tutorial atau panduan untuk membuat navigasi menu yang baik dapat diperoleh dari internet atau berbagai sumber lainnya.
3. Memastikan Website dapat Digunakan dengan Nyaman
Kini banyak pengguna yang menggunakan perangkat mobile seperti smartphone untuk mengakses website.
Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat website menjadi mobile friendly atau nyaman dilihat atau digunakan pada perangkat mobile.
Website audit untuk mengetahui seberapa besar tingkat mobile friendly yang dimiliki website dapat dilakukan dengan menggunakan tools Mobile-Friendly Test dari Google.

Anda hanya perlu memasukkan alamat website dan menunggu beberapa saat untuk mendapatkan hasilnya.
Jika Mobile-Friendly Test menunjukkan keterangan “Page is mobile friendly”, maka artinya website tersebut sudah optimal memberikan kenyamanan bagi para penggunanya.
Namun, jika belum mobile friendly, maka perlu dilakukan beberapa perbaikan terhadap website tersebut.
Bagaimana cara melakukan perbaikan tersebut?
Berikut ini beberapa tips untuk membuat website lebih mobile friendly, yaitu:
- Menggunakan tema yang responsif.
- Membuat menu simpel atau sederhana.
- Tambahkan kolom pencarian.
- Gunakan jenis font yang tepat.
- Pastikan untuk melakukan optimasi gambar.
- Hindari pop-up yang tidak diperlukan.
- Gunakan AMP.
- Tingkatkan kecepatan website.
4. Memeriksa Robots.txt dan Sitemap XML
Apa yang dimaksud dengan robots.txt?
Robots.txt merupakan sebuah file yang digunakan untuk memberi informasi kepada Google tentang halaman website yang perlu atau tidak perlu diindeks.
Apa itu sitemap XML?

Sitemap XML merupakan sebuah file yang berisi daftar halaman suatu website, sehingga mesin pencari seperti Google akan lebih mudah memahami struktur sebuah website.
Robots.txt dan XML merupakan bagian penting dalam website yang dapat membantu website agar cepat masuk index mesin pencari Google.
Ketika website telah di-index, maka website akan muncul pada hasil pencarian Google.
Berikut ini cara untuk membuat website cepat masuk ke dalam Google index, yaitu:
- Menggunakan Google Search Console.
- Membuat sitemap.
- Membuat robots.txt.
- Membuat halaman kategori konten.
- Membangun backlink yang berkualitas.
- Mempertimbangkan RSS Feed.
Robots.txt dan sitemap membantu mesin pencari memahami serta menemukan halaman website.
Untuk memahami bagaimana mesin pencari menemukan dan merayapi URL tersebut, baca juga panduan tentang web crawler.
5. Menggunakan HTTPS
HTTPS sangat penting untuk menjaga proses transfer data yang terjadi antara pengunjung website dengan website yang dibuka.
HTTPS dapat mencegah hacker mencuri data atau memasukkan virus pada proses transfer data tersebut.
Oleh karena itu, Anda harus memastikan website sudah menggunakan HTTPS.
Ciri website yang sudah menggunakannya adalah memiliki alamat URL https:// bukan hanya http:// saja.
Ciri lainnya adalah muncul ikon gembok pada samping kolom URL browser website.
Ketika belum menggunakan HTTPS, mak sebaiknya segera menginstal SSL terlebih dahulu.
SSL akan membantu meningkatkan keamanan website dengan menerapkan HTTPS.
6. Audit Terhadap Kecepatan Website
Website audit juga harus dilakukan terhadap kecepatan website karena sangat berpengaruh pada performa website tersebut.
Semakin tinggi kecepatan website, maka pengunjung pun akan semakin banyak yang memilih bertahan untuk menjelajahi website tersebut.
Namun, ketika website berjalan dengan lambat dan tidak kunjung terbuka, maka sebagian besar pengunjung pasti memilih untuk meninggalkan website tersebut dan memilih website lainnya.
Audit terhadap kecepatan website dapat dilakukan dengan bantuan tools tertentu, seperti PageSpeed Insight dari Google.

Ketika website mendapatkan nilai lebih dari 90, maka kecepatan website sudah dianggap baik.
Namun, ketika nilai kecepatan website di bawah 90, maka perlu dilakukan berbagai upaya untuk mengoptimasi kecepatannya.
Bagaimana caranya?
PageSpeed Insight akan memberikan beberapa saran yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kecepatan website sesuai keadaan website tersebut.
Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kecepatan website agar lebih optimal, yaitu:
- Menghapus plugin website yang tidak diperlukan.
- Melakukan optimasi pada gambar.
- Mengaktifkan Gzip Compression.
- Mengaktifkan Caching.
- Membatasi jumlah postingan pada halaman utama.
- Melakukan leverage browser caching.
- Update WordPress secara berkala.
- Menggunakan CDN.
- Menggunakan Embed untuk video.
- Menggunakan tema yang responsif.
- Memanfaatkan AMP.
7. Periksa Kualitas Konten
Inti utama dari sebuah website tentu saja terletak pada isi konten yang ditampilkan.
Oleh karena itu, kualitas semua konten di dalam website memberikan pengaruh yang besar bagi performa website tersebut.
Audit terhadap konten isi website pun perlu dilakukan secara berkala.
Di dalam melakukan audit terhadap konten website, Anda perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu:
Kualitas Konten Website secara Umum
Audit terhadap kualitas konten dapat dilakukan secara umum dan menyeluruh. Suatu konten dikatakan berkualitas jika berhasil memenuhi beberapa kriteria, yaitu:
- Mudah dipahami oleh pembaca
- Nyaman untuk dibaca
- Informatif
- Tidak mengandung salah ketik atau typo
- Tidak memiliki terlalu banyak teks panjang
- Bukan merupakan duplikat dari halaman lainnya
Pelajari selengkapnya : 8+ Cara Menulis Konten Berkualitas Untuk Website
Penggunaan Kata Kunci yang Tepat
Kualitas konten website yang bagus juga ditentukan oleh keyword atau kata kunci di dalamnya.
Anda harus menggunakan kata kunci atau keyword yang tepat dalam setiap konten website sesuai dengan tema atau bahasannya.
Jenis dan penggunaan keyword yang tepat dapat membantu konten website masuk ke halaman atas pada mesin pencari, seperti Google.
Oleh karena itu, lakukan riset keyword untuk konten website dengan tepat.
Berikut ini beberapa tools yang dapat membantu menemukan keyword, yaitu:
- Ubersuggest
- MOZ
- SEMrush
- KWFinder
- Google Trends
- Soovle
- Google Related Search
- Keyword Shitter
SEO (Search Engine Optimization)
SEO atau Search Engine Optimization pada setiap konten website memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kualitas konten tersebut.
Semakin bagus kualitas SEO, maka kemungkinan besar website tampil di halaman pertama bahkan menempati ranking pertama mesin pencari juga akan semakin meningkat.
Oleh karena itu, audit terhadap SEO setiap konten website harus dilakukan dengan benar dan berkala dalam waktu tertentu.
Apa saja tools yang dapat digunakan untuk melakukan audit terhadap performa SEO website?
Berikut ini pilihan tools yang bisa digunakan, yaitu:
- Google Search Console.
- Screaming Frog SEO Spider.
- GTmetrix
- SEMrush Site Audit.
- Google PageSpeed Insights.
Beberapa tools audit SEO dapat digunakan secara gratis, tetapi ada juga tools yang dapat digunakan ketika sudah berlangganan (harus mengeluarkan biaya tertentu).
Nantinya berbagai tools tersebut akan memberikan saran spesifik tentang bagian-bagian yang harus diperbaiki untuk meningkatkan kualitas SEO.
Bagaimana cara untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas SEO.
Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas SEO pada konten website, yaitu:
- Menggunakan kata kunci yang tepat.
- Menggunakan sudut pandang yang unik.
- Fokus pada satu tema atau topik.
- Memperhatikan struktur artikel.
- Sebar kata kunci dengan wajar.
- Sisipkan internal maupun external link.
- Tambahkan konten visual seperti gambar.
- Lakukan optimasi pada gambar.
- Gunakan heading.
- Perhatikan meta deskripsi.
- Pastikan tidak ada kesalahan penulisan isi konten.
- Manfaatkan plugin SEO untuk melakukan pengecekan.
8. Menemukan Broken Link
Apa itu broken link?
Broken link merupakan satu atau beberapa link di dalam website yang mengalami kerusakan sehingga tidak dapat diakses.
Artinya, ketika link tersebut di-klik, link tidak dapat membuka atau mengarahkan ke halaman tujuan sebenarnya.
Anda harus melakukan audit untuk menemukan kesalahan berupa broken link di website.
Bagaimana cara menemukan broken link?
Berikut ini beberapa tools yang dapat digunakan untuk menemukan broken link pada suatu website, yaitu:
- Fitur Crawl Errors di dalam Google Search Console.
- Aplikasi Screaming Frog.
- Website BrokenLinkCheck.com.
- Plugin Broken Link Checker.
- Tools SEO Audit Online, seperti SEMrush atau Ahrefs.
Setelah menemukannya, pastikan untuk segera melakukan perbaikan.
Kenapa?
Website yang memiliki broken link dapat mengalami penurunan reputasi dan ranking di Google.
Selain itu, sebagian besar pengunjung tidak akan kembali ke dalam website karena adanya broken link dan menganggap website kurang berkualitas.
9. Menemukan Error 404 pada Website
Selain menemukan broken link, audit terhadap website juga harus dilakukan dengan menemukan Error 404.
Apa yang dimaksud Error 404 pada website?
Error 404 adalah sebuah HTTP status code yang memberi informasi bahwa halaman yang diminta pengunjung tidak terdapat di server.

Error 404 dapat terjadi karena beberapa alasan, misalnya halaman telah dihapus, kesalahan penulisan dalam memasukkan link, pengaturan DNS bermasalah, caching error, plugin/ tema bermasalah, dan lain sebagainya.
Sama seperti broken link, Error 404 juga bisa menjadi penyebab menurunnya performa dan ranking website.
Oleh karena itu, Error 404 yang ditemukan pada sebuah website harus segera diperbaiki.
Berikut ini beberapa cara untuk memperbaiki Error 404, yaitu:
- Memeriksa dan memperbaiki penulisan URL.
- Refresh atau reload halaman.
- Membersihkan cache dan history browser.
- Melakukan reset permalink WordPress.
- Nonaktifkan tema dan plugin tertentu.
Melakukan audit terhadap website perlu dilakukan terhadap berbagai aspek atau faktor.
Masing-masing Tindakan audit terhadap faktor tertentu dapat dilakukan secara manual atau menggunakan tools tertentu agar hasilnya lebih akurat.
Website audit sebaiknya rutin dilakukan untuk menemukan berbagai aspek yang bisa diperbaiki dan dioptimasi.
Tujuannya tentu agar performa website semakin meningkat dari waktu ke waktu dan memberikan pengalaman terbaik untuk para pengunjung.
10. Memeriksa Struktur Internal Link
Internal link adalah tautan yang menghubungkan satu halaman dengan halaman lain dalam website yang sama.
Dalam website audit, struktur internal link perlu diperiksa untuk memastikan halaman penting dapat ditemukan dengan mudah oleh pengunjung maupun mesin pencari.
Link sebaiknya ditempatkan pada konten yang relevan, menggunakan anchor text yang jelas, dan mengarah ke halaman yang benar-benar memberikan informasi tambahan.
Pelajari juga cara kerja web crawler untuk memahami bagaimana crawler menemukan halaman melalui tautan.

Audit juga perlu menemukan halaman yang terlalu sedikit mendapatkan internal link atau sama sekali tidak memiliki internal link dari halaman lain. Kondisi ini sering disebut orphan page.
Halaman seperti ini dapat lebih sulit ditemukan melalui navigasi internal website. Oleh karena itu, tambahkan internal link dari artikel atau halaman lain yang relevan.
Selain membantu navigasi pengunjung, struktur internal link yang baik juga membantu mesin pencari memahami hubungan dan hierarki antarkonten.
Contoh Internal Link dalam Artikel bisa dilihat seperti gambar dibawah ini :
![Contoh Internal Link dalam Artikel]](https://jokowa.id/wp-content/uploads/2026/09/Contoh-Internal-Link-dalam-Artikel.png)
11. Memeriksa Meta Title dan Meta Description
Meta title dan meta description merupakan elemen penting yang perlu diperiksa ketika melakukan audit SEO.
Meta title memberikan informasi mengenai topik utama sebuah halaman, sedangkan meta description memberikan gambaran singkat mengenai isi halaman tersebut.
Keduanya harus dibuat relevan dengan konten dan tidak menggunakan informasi yang menyesatkan.
Berikut contoh Tampilan Meta Title dan Meta Description di Hasil Pencarian :

Dalam audit, periksa apakah terdapat halaman yang tidak memiliki meta title atau description, memiliki title yang sama dengan halaman lain, atau menggunakan judul yang tidak sesuai dengan isi konten.
Periksa juga halaman yang memiliki metadata terlalu umum atau tidak menarik.
Meta title dan description yang relevan dapat membantu pengguna memahami isi halaman sebelum mengunjunginya dan berpotensi meningkatkan click-through rate (CTR) dari hasil pencarian.
Pembahasan mengenai optimasi elemen halaman dapat dipelajari lebih lanjut melalui panduan SEO On Page.
Tabel Checklist Audit Meta Title dan Meta Description
| Elemen | Yang Diperiksa | Masalah yang Ditemukan | Tindakan |
|---|---|---|---|
| Meta Title | Relevansi dengan isi | Tidak relevan | Tulis ulang |
| Meta Title | Duplikasi | Sama dengan halaman lain | Buat judul unik |
| Meta Description | Relevansi | Tidak menggambarkan isi | Optimalkan |
| Meta Description | Ketersediaan | Tidak tersedia | Tambahkan description |
| Keduanya | Kesesuaian dengan halaman | Menyesatkan | Sesuaikan dengan konten |
12. Memeriksa Indexing dan Canonical URL
Audit indexing bertujuan memastikan halaman yang memang ingin ditampilkan di mesin pencari dapat ditemukan dan diindeks dengan benar.
Periksa apakah halaman penting secara tidak sengaja menggunakan atribut noindex, mengalami masalah crawling, atau terblokir oleh konfigurasi website.
Pemeriksaan ini dapat dilakukan menggunakan Google Search Console untuk melihat status indexing dan masalah yang ditemukan Google.

Selain indexing, periksa juga penggunaan canonical URL, terutama pada website yang memiliki beberapa halaman dengan konten yang sangat mirip.
Canonical memberikan sinyal kepada mesin pencari mengenai URL yang dianggap sebagai versi utama dari suatu konten.
Dengan melakukan audit terhadap indexing dan canonical, pemilik website dapat mengurangi masalah teknis yang menyebabkan halaman penting tidak muncul sebagaimana mestinya dalam hasil pencarian.
Anda juga dapat mempelajari lebih lanjut tentang indikator SEO yang perlu diperiksa dalam proses audit.
13. Memeriksa Core Web Vitals
Core Web Vitals perlu menjadi bagian dari website audit karena berkaitan dengan pengalaman pengguna ketika mengakses sebuah halaman.
Pemeriksaan ini mencakup beberapa aspek penting, seperti seberapa cepat konten utama halaman ditampilkan, seberapa responsif halaman ketika pengguna melakukan interaksi, serta apakah elemen halaman mengalami perubahan posisi yang mengganggu.
Jika terdapat halaman dengan performa yang kurang baik, audit dapat digunakan untuk mencari penyebabnya.
Beberapa masalah yang umum diperiksa antara lain ukuran gambar yang terlalu besar, file JavaScript atau CSS yang tidak diperlukan, server yang lambat, serta elemen halaman yang menyebabkan tampilan bergeser ketika proses loading berlangsung.
Hasil audit kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan optimasi performa website.
Hasil Audit PageSpeed Insights 
14. Memeriksa Performa dan Konversi Website
Website audit sebaiknya tidak hanya berfokus pada aspek teknis dan ranking SEO.
Periksa juga apakah website berhasil mencapai tujuan yang telah ditentukan, misalnya mendapatkan penjualan, leads, pendaftaran, permintaan penawaran, atau kontak dari pengunjung.
Berikut merupakan contoh Funnel Performa dan Konversi Website :

Tambahkan keterangan bahwa jumlah pengunjung yang besar belum tentu menghasilkan konversi yang tinggi. Diagram dapat menunjukkan bahwa sebagian pengunjung berhenti pada setiap tahapan hingga akhirnya hanya sebagian yang melakukan tindakan yang diharapkan.
Sebagai contoh, sebuah website dapat memperoleh banyak pengunjung dari Google tetapi hanya menghasilkan sedikit pembelian atau leads. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jumlah traffic saja belum tentu mencerminkan keberhasilan website.
Audit dapat diarahkan pada CTA, formulir, landing page, navigasi, halaman produk, dan alur pengguna untuk menemukan bagian yang menghambat konversi.
Kesimpulan
Website audit merupakan proses penting untuk mengetahui kondisi dan kualitas sebuah website secara menyeluruh.
Audit tidak hanya berkaitan dengan SEO, tetapi juga mencakup aspek teknis, desain, navigasi, mobile-friendliness, keamanan, kecepatan, konten, broken link, error 404, internal link, meta title dan meta description, indexing, canonical URL, Core Web Vitals, serta performa dan konversi.
Dengan melakukan audit secara rutin dan menyusun prioritas berdasarkan masalah yang paling berdampak, pemilik website dapat melakukan perbaikan secara lebih terarah sehingga website menjadi lebih optimal, mudah digunakan, lebih mudah ditemukan di mesin pencari, dan lebih mampu mencapai tujuan bisnis.






