Cara Menemukan Low Hanging Fruit Keyword untuk Meningkatkan Ranking Website

Joko Warino

Cara Menemukan Low Hanging Fruit Keyword untuk Meningkatkan Ranking Website

Meningkatkan ranking website di Google tidak selalu harus dimulai dengan membuat artikel baru atau membidik keyword dengan volume pencarian tinggi.

Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah menemukan low hanging fruit keyword, yaitu kata kunci yang sudah memiliki peluang untuk mendapatkan posisi lebih baik karena website telah memperoleh visibilitas di hasil pencarian.

Keyword seperti ini biasanya sudah menghasilkan impresi, memiliki relevansi dengan konten yang tersedia, tetapi belum mendapatkan klik atau ranking yang optimal.

Dengan menganalisis data pencarian, mengevaluasi kompetitor, dan memperbaiki halaman yang sudah ada, pemilik website dapat memanfaatkan peluang SEO secara lebih efisien.

Strategi ini sangat berguna bagi website yang ingin meningkatkan trafik organik tanpa harus selalu menambah banyak konten baru.

Cara Menemukan Low Hanging Fruit Keyword

1. Buka Google Search Console untuk Menemukan Keyword Potensial

Langkah pertama adalah menggunakan Google Search Console (GSC). Tools gratis dari Google ini menyediakan data mengenai kata kunci yang memunculkan website di hasil pencarian, jumlah klik, impresi, CTR, dan posisi rata-rata.

Masuk ke akun Google Search Console yang sudah terhubung dengan website. Pilih properti domain yang ingin dianalisis, kemudian buka menu Performa atau Performance > Hasil penelusuran atau Search results.

Atur rentang tanggal menjadi tiga bulan terakhir agar data yang diperoleh cukup representatif.

Jika website memiliki trafik tinggi, Anda juga dapat membandingkan data 28 hari terakhir dengan periode sebelumnya untuk melihat perubahan performa.

Pastikan empat metrik utama diaktifkan, yaitu total klik, total impresi, CTR rata-rata, dan posisi rata-rata.

Perhatikan tab Queries untuk melihat kata kunci yang digunakan pengunjung ketika menemukan website Anda.

Dari laporan ini, cari keyword yang sudah menghasilkan impresi, tetapi belum mendatangkan klik sesuai potensinya.

Prioritaskan keyword yang sudah memiliki sinyal relevansi dari Google.

Kata kunci tersebut menjadi kandidat awal low hanging fruit karena website tidak sepenuhnya memulai dari nol.

2. Filter Keyword dengan Posisi Rata-Rata 4–20

Setelah memperoleh data pencarian, langkah berikutnya adalah menyaring keyword berdasarkan posisi rata-rata.

Secara praktis, keyword pada posisi 4–10 dapat diprioritaskan karena sudah berada di halaman pertama Google.

Filter Keyword dengan Posisi Rata-Rata 4–20

Sementara itu, keyword pada posisi 11–20 juga menarik karena berada di sekitar halaman kedua dan berpotensi naik jika halaman yang relevan diperbaiki.

Rentang tersebut bukan aturan mutlak. Keyword di posisi 21–30 tetap layak dianalisis apabila memiliki impresi tinggi, relevansi kuat, dan persaingan yang realistis.

Untuk mempermudah proses, ekspor data Search Console ke Google Sheets atau Excel. Setelah itu, gunakan filter pada kolom posisi rata-rata.

Contohnya, Anda menemukan data berikut:

KeywordPosisiImpresiKlik
cara optimasi seo on page72.40055
tips riset keyword website121.80012
pengertian keyword difficulty169504
strategi seo website281801

Tabel tersebut merupakan ilustrasi, bukan data aktual website tertentu.

Dari contoh tersebut, keyword pertama dan kedua dapat diperiksa lebih dahulu karena memiliki impresi cukup tinggi dan posisi yang relatif dekat dengan bagian atas hasil pencarian.

Keyword ketiga juga menarik jika topiknya sesuai dengan website dan halaman yang tersedia.

Jangan hanya memilih keyword berdasarkan posisi. Periksa pula jumlah impresi, relevansi terhadap tujuan website, dan seberapa besar usaha yang diperlukan untuk memperbaiki halaman.

3. Prioritaskan Keyword dengan Impresi Tinggi dan CTR Rendah

Impresi menunjukkan berapa kali halaman website muncul di hasil pencarian, sedangkan CTR menunjukkan persentase impresi yang menghasilkan klik.

Keyword dengan impresi tinggi tetapi CTR rendah dapat menjadi peluang optimasi. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berarti judul artikel buruk.

Posisi pencarian, jenis hasil pencarian, perangkat pengguna, dan kesesuaian dengan kebutuhan pencari juga dapat memengaruhi CTR.

Untuk menemukan peluangnya, urutkan data berdasarkan impresi dari terbesar ke terkecil. Kemudian periksa keyword yang memiliki banyak impresi, tetapi kliknya relatif sedikit.

Misalnya, sebuah artikel memperoleh 3.000 impresi dan 30 klik. CTR-nya adalah 1%.

Jika artikel tersebut berada di posisi 8, Anda dapat memeriksa apakah judul sudah menjelaskan manfaat artikel, apakah meta description menarik, dan apakah isi halaman sesuai dengan maksud pencarian.

Sebaliknya, apabila keyword berada di posisi 25, CTR rendah belum tentu menjadi masalah utama. Prioritasnya mungkin justru memperbaiki kualitas konten, memperjelas pembahasan, dan meningkatkan relevansi halaman.

Jangan menggunakan satu angka CTR sebagai patokan untuk semua keyword. Bandingkan performa berdasarkan posisi dan jenis pencarian yang serupa.

4. Temukan Keyword Turunan dari Halaman yang Sudah Mendapatkan Trafik

Salah satu cara efektif menemukan low hanging fruit adalah memeriksa keyword tambahan yang memunculkan halaman website Anda.

Caranya, kembali ke laporan Search Console, lalu pilih tab Pages. Klik salah satu URL yang memiliki impresi dan klik cukup tinggi.

Setelah halaman tersebut dipilih, buka kembali tab Queries untuk melihat kata kunci yang memunculkan URL itu.

Anda mungkin menemukan bahwa satu artikel tidak hanya mendapatkan impresi dari keyword utama, tetapi juga dari berbagai keyword turunan.

Contohnya, artikel tentang SEO on-page mungkin muncul untuk pencarian berikut:

  • Cara optimasi seo on page
  • Teknik seo on page untuk pemula
  • Cara memperbaiki seo artikel
  • Optimasi judul artikel seo
  • Cara menggunakan internal link

Jika beberapa keyword tersebut memiliki posisi yang belum optimal, periksa apakah artikelnya sudah membahas kebutuhan pencari secara memadai.

Tambahkan subjudul, penjelasan, contoh, atau langkah praktis yang memang dibutuhkan pembaca. Jangan sekadar memasukkan seluruh variasi keyword ke dalam artikel tanpa memperhatikan konteks.

Anda juga perlu memastikan apakah keyword turunan tersebut sebaiknya ditangani oleh halaman yang sama atau membutuhkan artikel tersendiri.

Keputusan ini bergantung pada perbedaan search intent dan kedalaman pembahasan yang diperlukan.

5. Analisis Search Intent Setiap Keyword

Setelah memperoleh daftar keyword potensial, jangan langsung mengedit artikel. Periksa terlebih dahulu search intent atau maksud pencarian pengguna.

Search intent dapat dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain:

  • Informasional: pengguna ingin memperoleh pengetahuan atau jawaban.
  • Komersial: pengguna membandingkan produk, layanan, atau pilihan sebelum mengambil keputusan.
  • Transaksional: pengguna ingin melakukan pembelian atau tindakan tertentu.
  • Navigasional: pengguna mencari website, merek, atau halaman tertentu.

Sebagai contoh, keyword “apa itu keyword mapping” memiliki kecenderungan informasional. Pengguna kemungkinan menginginkan pengertian, manfaat, dan contoh penerapan.

Sementara itu, keyword “jasa riset keyword SEO” cenderung memiliki tujuan komersial atau transaksional.

Buka hasil pencarian Google untuk setiap keyword prioritas. Amati jenis halaman yang mendominasi, format konten yang digunakan, dan pertanyaan yang dijawab oleh kompetitor.

Jika hasil pencarian didominasi panduan langkah demi langkah, artikel Anda juga perlu memberikan instruksi yang jelas.

Jika hasil pencarian menampilkan perbandingan, pembaca mungkin membutuhkan tabel, kriteria penilaian, dan rekomendasi.

Keyword dengan volume pencarian tinggi belum tentu menjadi peluang terbaik apabila halaman yang tersedia tidak sesuai dengan search intent.

6. Periksa Tingkat Persaingan di Hasil Pencarian

Keyword yang sudah memiliki impresi belum tentu mudah dinaikkan peringkatnya. Karena itu, analisis kompetitor tetap diperlukan.

Cari keyword prioritas melalui Google dalam kondisi yang memungkinkan Anda melihat hasil pencarian secara wajar.

Periksa beberapa halaman yang menempati posisi teratas, kemudian evaluasi:

  1. Apakah artikel kompetitor menjawab pertanyaan pengguna secara lengkap?
  2. Apakah kontennya masih relevan dan diperbarui?
  3. Apakah terdapat subtopik penting yang belum dibahas?
  4. Apakah struktur heading dan navigasi artikelnya jelas?
  5. Apakah website yang bersaing memiliki reputasi dan backlink yang kuat?
  6. Apakah hasil pencarian dipenuhi situs besar atau justru website dengan topik yang serupa?

Jangan hanya mengandalkan metrik keyword difficulty dari tools SEO. Metrik tersebut berguna untuk penyaringan awal, tetapi tidak selalu menggambarkan tingkat kesulitan yang sebenarnya untuk setiap website.

Perhatikan pula kesesuaian topik dengan keahlian dan reputasi website Anda.

Keyword dengan persaingan sedang tetapi sangat relevan dapat lebih menguntungkan dibandingkan keyword yang tampak mudah tetapi tidak mendatangkan pengunjung yang tepat.

Pilih peluang yang memungkinkan Anda memberikan jawaban lebih berguna, bukan sekadar meniru artikel kompetitor.

7. Gunakan Tools Riset Keyword untuk Memperluas Peluang

Google Search Console merupakan sumber utama untuk menemukan keyword yang sudah memunculkan website.

Untuk memperluas daftar, Anda dapat menggunakan Google Keyword Planner, Ahrefs, Semrush, Ubersuggest, atau tools riset keyword lainnya.

Masukkan keyword potensial yang ditemukan dari Search Console ke salah satu tools tersebut. Periksa variasi keyword, estimasi volume pencarian, keyword difficulty, dan pertanyaan terkait.

Misalnya, dari keyword “cara meningkatkan ranking website”, Anda dapat menemukan variasi seperti:

  • Cara meningkatkan ranking artikel
  • Strategi meningkatkan ranking Google
  • Cara memperbaiki posisi website
  • Optimasi halaman untuk mesin pencari
  • Penyebab ranking website turun

Selanjutnya, cocokkan variasi tersebut dengan data aktual website. Apakah keyword sudah menghasilkan impresi? Apakah ada artikel yang relevan? Apakah peluang tersebut sejalan dengan target pengunjung?

Jika Anda masih membutuhkan panduan lebih lengkap tentang proses menemukan dan menilai kata kunci, pelajari juga 12 tips melakukan riset keyword yang paling efektif.

Tools berbayar dapat membantu mempercepat analisis, tetapi bukan syarat mutlak. Website kecil sekalipun dapat menemukan banyak peluang melalui Search Console dan pemeriksaan hasil pencarian secara manual.

8. Tentukan Apakah Keyword Perlu Mengoptimasi Artikel Lama atau Membuat Artikel Baru

Setelah mengumpulkan kandidat, kelompokkan keyword berdasarkan halaman yang sudah ada.

Jika sebuah keyword relevan dengan artikel yang sudah tersedia dan memiliki search intent yang sama, optimasi artikel lama biasanya menjadi pilihan pertama.

Anda tidak perlu membuat URL baru hanya untuk menargetkan variasi kata kunci yang sebenarnya dapat dijawab dalam satu halaman.

Sebaliknya, jika keyword memiliki maksud pencarian berbeda dan membutuhkan pembahasan tersendiri, artikel baru mungkin lebih tepat.

Gunakan panduan berikut:

KondisiTindakan
Keyword relevan dengan isi artikel lamaPerbarui artikel lama
Ada subtopik penting yang belum dibahasTambahkan pembahasan
Search intent berbeda secara signifikanPertimbangkan artikel baru
Dua halaman menargetkan intent yang samaEvaluasi potensi kanibalisasi
Keyword tidak relevan dengan topik websiteJangan diprioritaskan

Sebagai contoh, artikel tentang pengertian SEO dapat membahas konsep dasar optimasi mesin pencari. Namun, keyword yang memerlukan tutorial teknis mendalam mungkin lebih cocok untuk artikel tersendiri.

Keputusan ini harus didasarkan pada kebutuhan pengguna dan struktur konten, bukan hanya pada keinginan menambah jumlah artikel.

Tentukan Apakah Keyword Perlu Mengoptimasi Artikel Lama atau Membuat Artikel Baru

9. Buat Sistem Penilaian untuk Menentukan Keyword Prioritas

Ketika daftar keyword sudah cukup panjang, Anda perlu menentukan urutan pengerjaan. Jangan mengoptimasi seluruh halaman sekaligus tanpa mempertimbangkan potensi hasil dan waktu yang dibutuhkan.

Buat spreadsheet dengan kolom keyword, URL halaman, posisi rata-rata, impresi, klik, CTR, relevansi, tingkat persaingan, tindakan, dan prioritas.

Untuk memudahkan penilaian, berikan skor 1–5 pada empat aspek berikut:

  • Potensi trafik: seberapa besar peluang memperoleh klik tambahan.
  • Kedekatan ranking: seberapa dekat keyword dengan posisi yang ditargetkan.
  • Relevansi bisnis atau topik: seberapa penting keyword bagi website.
  • Kemudahan optimasi: seberapa realistis halaman diperbaiki dengan sumber daya yang tersedia.

Jumlahkan skor untuk memperoleh gambaran awal prioritas. Sebagai contoh, keyword berimpresi tinggi yang berada di posisi 7, relevan dengan website, dan dapat diperbaiki melalui pembaruan judul serta konten bisa menjadi prioritas tinggi.

Namun, sistem skor ini hanyalah alat bantu pengambilan keputusan, bukan rumus yang menjamin kenaikan ranking. Anda tetap perlu mempertimbangkan kualitas halaman, kompetisi, dan maksud pencarian.

Mulailah dengan sekitar 10–20 keyword yang paling menjanjikan. Kerjakan secara bertahap agar perubahan dan hasilnya lebih mudah dievaluasi.

10. Optimasi Judul, Heading, dan Isi Artikel

Setelah menentukan halaman yang akan diperbaiki, lakukan optimasi pada elemen yang benar-benar memengaruhi relevansi dan pengalaman pengguna.

Periksa title tag atau judul SEO. Pastikan judul menggambarkan isi artikel, menggunakan istilah yang relevan, dan memberikan alasan yang jelas bagi pengguna untuk membuka halaman.

Selanjutnya, evaluasi heading H1, H2, dan H3. Susun struktur agar pembaca dapat menemukan jawaban dengan mudah. Jika keyword potensial menunjukkan kebutuhan yang belum dibahas, tambahkan subjudul dan penjelasan yang sesuai.

Perbarui isi artikel dengan informasi yang akurat, contoh penerapan, langkah-langkah, atau penjelasan yang lebih mendalam. Hapus informasi yang sudah tidak relevan dan perbaiki bagian yang membingungkan.

Anda juga dapat memeriksa URL, meta description, gambar, dan tautan internal. Untuk memahami penerapan elemen-elemen tersebut secara lebih terstruktur, gunakan panduan cara optimasi SEO on-page yang benar.

Hindari keyword stuffing atau mengulang kata kunci secara berlebihan. Variasi keyword sebaiknya digunakan secara alami sesuai konteks.

Jangan mengubah URL yang sudah memiliki performa baik tanpa alasan kuat. Jika perubahan URL memang diperlukan, siapkan pengalihan 301 dan periksa kembali tautan internal serta status indeks halaman.

11. Perkuat Internal Link Menuju Halaman Target

Internal link dapat membantu pengunjung menemukan informasi terkait sekaligus membantu mesin pencari memahami hubungan antarkonten dalam website.

Cari artikel lain yang memiliki hubungan topik dengan halaman target. Tambahkan tautan dari artikel pendukung menuju halaman yang sedang dioptimasi, menggunakan anchor text yang menjelaskan tujuan tautan secara alami.

Sebagai contoh, artikel tentang strategi SEO dapat mengarahkan pembaca ke panduan khusus mengenai optimasi halaman.

Artikel tentang riset keyword juga dapat menghubungkan pembaca dengan panduan penerapan keyword pada konten.

Prioritaskan tautan dari halaman yang relevan dan mudah ditemukan pengunjung. Jangan menambahkan internal link secara acak hanya demi memperbanyak jumlah tautan.

Periksa pula apakah halaman target sudah mendapatkan tautan dari artikel penting lain di website.

Jika struktur konten mendukungnya, buat hubungan antarkonten yang logis sehingga pembaca dapat melanjutkan pencarian informasi dengan mudah.

Pastikan setiap internal link berfungsi, mengarah ke URL yang benar, dan menggunakan anchor text yang sesuai dengan isi halaman tujuan.

12. Pantau Perubahan Ranking Setelah Optimasi

Pekerjaan tidak selesai setelah artikel diperbarui. Anda perlu mengukur apakah perubahan tersebut memberikan hasil yang diharapkan.

Catat tanggal optimasi, perubahan yang dilakukan, keyword target, dan posisi awal. Setelah itu, pantau data Search Console secara berkala.

Gunakan periode pembanding yang sebanding, misalnya 28 hari sebelum dan sesudah optimasi, dengan mempertimbangkan perubahan musim, permintaan pencarian, serta pembaruan algoritma yang mungkin memengaruhi hasil.

Perhatikan beberapa metrik berikut:

  • Perubahan posisi rata-rata untuk keyword target.
  • Pertumbuhan klik organik.
  • Perubahan impresi.
  • Perubahan CTR.
  • Performa halaman secara keseluruhan.
  • Jumlah keyword relevan yang mulai memperoleh impresi.

Jangan langsung menyimpulkan keberhasilan atau kegagalan hanya berdasarkan perubahan beberapa hari.

Ranking dapat berfluktuasi dan Google membutuhkan waktu untuk memproses serta mengevaluasi perubahan halaman.

Jika posisi meningkat tetapi CTR tetap rendah, evaluasi kembali judul, deskripsi, dan kesesuaian cuplikan hasil pencarian.

Jika impresi meningkat tetapi ranking belum membaik, periksa kualitas konten, relevansi search intent, dan kekuatan kompetitor.

Jika tidak ada perkembangan setelah periode pemantauan yang memadai, lakukan evaluasi ulang.

Mungkin keyword terlalu kompetitif, halaman belum menjawab kebutuhan pengguna, atau tindakan optimasi belum menyelesaikan masalah utama.

13. Hindari Kesalahan Saat Memilih Low Hanging Fruit Keyword

Ada beberapa kesalahan yang perlu dihindari agar waktu optimasi tidak terbuang.

Pertama, jangan memilih keyword hanya karena volume pencariannya besar. Keyword yang tidak relevan dengan topik atau tujuan website belum tentu menghasilkan manfaat.

Kedua, jangan menganggap keyword di posisi 11–20 pasti mudah naik ke halaman pertama. Posisi rata-rata merupakan indikator awal, bukan jaminan keberhasilan.

Ketiga, hindari membuat artikel baru untuk setiap variasi keyword. Jika beberapa keyword memiliki search intent yang sama, satu halaman yang komprehensif mungkin lebih tepat.

Keempat, jangan mengubah banyak elemen sekaligus tanpa pencatatan. Perubahan yang terlalu banyak dapat menyulitkan Anda mengetahui tindakan mana yang berkaitan dengan hasil.

Kelima, jangan mengabaikan kualitas konten dan pengalaman pengguna demi memasukkan keyword. Artikel harus tetap informatif, mudah dibaca, dan mampu menyelesaikan kebutuhan pengunjung.

Terakhir, jangan berhenti menganalisis setelah satu kali optimasi. Evaluasi berkala membantu menemukan peluang berikutnya dan menjaga konten tetap relevan.

Penutup

Menemukan low hanging fruit keyword merupakan strategi SEO yang dapat membantu meningkatkan ranking dengan memanfaatkan peluang yang sudah tersedia di website.

Prosesnya dimulai dari analisis Google Search Console, penyaringan keyword berdasarkan posisi dan impresi, pemeriksaan CTR, analisis search intent, serta evaluasi persaingan.

Setelah menemukan kandidat terbaik, tentukan apakah halaman perlu diperbarui, diperluas, atau dibuat secara terpisah.

Lanjutkan dengan optimasi konten, penguatan internal link, dan pemantauan performa secara berkala.

Dengan mengutamakan keyword yang relevan, memiliki potensi trafik, dan realistis untuk ditingkatkan, Anda dapat menggunakan sumber daya SEO secara lebih terarah tanpa harus selalu bergantung pada pembuatan artikel baru.

Baca Juga : 10 Faktor yang Mempengaruhi Google Rank

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang blogger yang mendalami dunia SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2012 hingga saat ini dan terus belajar memahami perkembangan logaritma yang terus di update oleh Google.

Tinggalkan komentar