Seringkali blogger merasa enggan menerapkan outbound link atau eksternal link di dalam blog atau website mereka karena beranggapan bahwa kehadiran link tersebut bisa berdampak buruk bagi peringkat website.
Anggapan ini tidak sepenuhnya benar karena terkadang outbound link diperlukan untuk memudahkan Google melakukan crawling. Baca juga: Apa itu Web Crawler?.
Outbound link berkualitas juga dapat memperkaya konten halaman website sehingga berpotensi memengaruhi peringkat website di mesin pencari.
Cara kerja website memang sangat unik karena platform ini memiliki konsep saling terhubung satu sama lain dengan website lainnya.
Untuk menghubungkan website tersebut, diperlukan outbound link (link keluar) yang membantu Google melakukan crawling dari satu website menuju website lainnya.
Dengan kata lain, kehadiran link tersebut memiliki peran penting bagi halaman website. Untuk membuktikannya, mari kita bahas satu per satu.
Apa Itu Outbound Link?
Outbound link adalah tautan yang terdapat pada sebuah halaman website dan mengarahkan pembaca ke halaman atau domain website lain.
Penggunaan outbound link yang relevan dan berkualitas dapat membantu mesin pencari memahami topik atau niche website Anda serta memberikan referensi tambahan yang bermanfaat bagi pembaca.
Dalam strategi SEO, outbound link dapat mendukung kualitas konten dan pengalaman pengguna, terutama jika mengarah ke sumber yang tepercaya dan sesuai dengan pembahasan.
Apa Saja Tujuan Menggunakan Outbound Link?
Berikut 10 tujuan menggunakan outbound link yang perlu diketahui.
1. Memperkaya Konten Artikel
Outbound link dapat memperkaya isi artikel dengan mengarahkan pembaca ke sumber informasi tambahan yang relevan.
Misalnya, artikel tentang SEO dapat menyertakan tautan menuju dokumentasi resmi Google agar pembaca memperoleh penjelasan yang lebih lengkap.
2. Meningkatkan Kredibilitas Website
Menggunakan outbound link menuju sumber tepercaya dapat membantu memperkuat kredibilitas informasi dalam artikel.
Hal ini terutama penting ketika membahas data, penelitian, statistik, atau pernyataan yang membutuhkan bukti pendukung.
3. Memberikan Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik
Outbound link memudahkan pembaca menemukan informasi tambahan tanpa harus mencari sumber tersebut secara manual.
Dengan demikian, pembaca dapat memahami suatu topik secara lebih mendalam dan memperoleh pengalaman menjelajahi informasi yang lebih baik.
4. Membantu Mesin Pencari Memahami Konteks Konten
Tautan menuju halaman yang relevan dapat memberikan konteks tambahan mengenai topik yang sedang dibahas.
Mesin pencari dapat menggunakan hubungan ant halaman tersebut sebagai salah satu petunjuk untuk memahami isi dan relevansi konten, meskipun outbound link bukan faktor utama penentu peringkat.
5. Membangun Hubungan dengan Blogger Lain
Outbound link dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan dan mengapresiasi karya blogger atau pemilik website lain.
Jika dilakukan secara wajar, hal ini dapat membuka peluang komunikasi, kolaborasi konten, dan hubungan profesional di bidang yang sama.
6. Membuat Referensi Artikel Lebih Natural
Artikel yang menyertakan tautan menuju sumber relevan dapat terlihat lebih informatif dan memiliki referensi yang jelas.
Namun, outbound link sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan, bukan sekadar untuk menambah jumlah tautan dalam artikel.
7. Membuka Peluang Mendapatkan Backlink
Ketika sebuah website memberikan tautan kepada website lain, pemilik website yang dirujuk mungkin mengetahui dan mengapresiasi referensi tersebut.
Hubungan ini berpotensi membuka peluang memperoleh backlink di kemudian hari, tetapi tidak ada jaminan bahwa website yang dirujuk akan memberikan tautan balik.
8. Mendukung Peningkatan Traffic Website
Outbound link dapat membantu pembaca menemukan website lain yang menyediakan informasi relevan.
Sebaliknya, jika pemilik website yang dirujuk kemudian membagikan atau merekomendasikan artikel Anda, hal tersebut berpotensi mendatangkan pengunjung baru. Dampak ini bergantung pada hubungan yang terbentuk dan aktivitas promosi yang dilakukan.
9. Memperkenalkan Sumber Informasi Berkualitas kepada Pembaca
Outbound link memungkinkan Anda merekomendasikan website, jurnal, dokumentasi resmi, atau sumber tepercaya lainnya kepada pembaca.
Dengan memilih sumber yang relevan dan berkualitas, artikel menjadi lebih bermanfaat karena pembaca memiliki akses ke referensi tambahan yang dapat dipertanggungjawabkan.
10. Mendukung Strategi SEO secara Keseluruhan
Penggunaan outbound link yang tepat dapat menjadi bagian dari strategi SEO melalui penyediaan referensi, peningkatan kegunaan konten, dan penguatan konteks pembahasan.
Meskipun demikian, outbound link tidak secara otomatis meningkatkan peringkat website. Kualitas konten, relevansi tautan, pengalaman pengguna, dan berbagai aspek SEO lainnya tetap perlu diperhatikan.
Bagaimana Dampaknya Bagi SEO Web?
Ketika Anda menggunakan outbound link dari website anda menuju website yang lain, ini artinya anda telah mengangkat reputasi website rujukan.
Hanya saja, banyak blogger yang enggan mengangkat reputasi blogger lain, karena mereka tidak ingin kalah saing, terlebih jika hal tersebut disebabkan oleh dirinya sendiri, dengan cara gratis tentunya.
Bagi yang benar-benar memahami bagaimana backlink bekerja, mungkin akan sangat berat memasang outbound link menuju website lain.
Karena, mereka berasumsi bahwa reputasi website rujukan akan semakin meningkat.
Inilah yang selama ini disalah artikan oleh para blogger di tanah air.
Meskipun mungkin, website rujukan yang Anda simpan link-nya di konten web Anda reputasinya menjadi meningkat.
Namun sebenarnya pemilik web yang menanam backlink ini tidak langsung merugi, sebab akan mendapatkan keuntungan. Tentu saja cara kerja Google disini sangat fair.
Hal yang perlu diketahui pemilik web adalah, adanya outbound link bisa membantu meningkatkan ranking halaman web saat link yang dibuat relevan sesuai tema atau niche konten yang dibuat.
Namun dalam menyimpan atau menanam link ini tidak serta-merta dilakukan begitu saja, karena tetap harus mengikuti 2 poin penting ini saat menanam link ke website lain.
Dengan demikian, link yang ditanam bisa memberikan efek positif bagi kata kunci yang ditargetkan.
- Website rujukan harus website
- URL tujuan harus konten yang memiliki topik atau tema relevan. Jadi, jika sedang membahas tentang SEO, tentu saja link yang ditanamkan harus dari website yang juga bertema SEO.
- Jika anda ingin menyaingi kompetitor, sebaiknya jangan pernah menanamkan outbound link langsung mengarah ke pesaing, silahkan cari authority website lainnya yang bukan di halaman pertama.
Bukti Outbound Link Adalah Faktor Peringkat
John Mueller dari Google menjawab pertanyaan itu dalam video perdana Ask Google Webmasters pada Juli 2019. Dia berkata:
“Linking to other websites is a great way to provide value to your users. Oftentimes, links help users to find out more, to check out your sources, and to better understand how your content is relevant to the questions that they have.”
Artinya :
“Menautkan link ke situs web lain adalah cara yang baik untuk memberikan nilai kepada Pengunjung web Anda. Seringkali, tautan membantu pengunjung untuk mengetahui informasi lebih lanjut, memeriksa sumber Anda, dan untuk lebih memahami bagaimana konten Anda relevan dengan pertanyaan yang mereka butuhkan.”
Simak perkataan lengkap dari John Mueller, berikut ini :
Bagaimana Menerapkan Outbound Link?
Ingin menanamkan outbound link, tentu saja Anda tetap harus memperhatikan aturan dan bagaimana menanamkan link tersebut agar berkualitas dan memberikan hasil optimasi yang baik bagi website.
Ini panduannya!
1. Kredibilitas Halaman Web Rujukan
Poin terpenting yang harus dipahami adalah memastikan bahwa web rujukan yang anda tanamkan link-nya pada konten artikel harus memiliki kredibilitas tinggi.
Sehingga bisa dijadikan sebagai sumber informasi terpercaya bagi banyak pembaca.
2. Relevansi Halaman Rujukan dengan Konten
Ketika Anda membahas tentang optimasi SEO, jangan tanamkan link menuju halaman tentang cara menjaga Kesehatan.
Karena jelas-jelas tidak ada kaitannya.
Hal tersebut juga dapat berpengaruh bagi posisi web dalam search engine result page.
Apabila link yang ditanamkan tidak relevan, maka Google juga akan mengetahui bahwa artikel tersebut tidak relevan pula bagi pembaca.
Sementara dari sisi pemilik web rujukan, mereka bahkan terkena dampak akibat menerima rujukan dari website yang topik pembahasannya tidak relevan.
3. Link Nofollow dan Dofollow
Pertimbangkan pula link nofollow dan dofollow.
Link dofollow ialah tingkat kepercayaan terhadap sebuah situs web, sedangkan link nofollow adalah kepercayaan terhadap sebuah website, namun tidak menaruh kepercayaan tersebut secara utuh.
Mesin Google, tidak mengunjungi website yang ditanamkan rel nofollow, namun sebaliknya ia akan merayapi dan mengunjungi halaman website tanpa rel nofollow.
Oleh sebab itu, tanamkan link dofollow ke halaman yang hanya mempunyai tingkat keakurasian data dan tingkat kepercayaan tinggi.
Tanamkan rel=’nofollow’ jika tidak mempunyai kepercayaan.
4. Hindari Saling Berbalasan Link
Jangan tanamkan outbound link ke halaman yang diberikan backlink. Umpamanya, artikel X pada situs website AB, menanamkan link menuju artikel B situs website CD.
Kemudian artikel B situs web CD memberi link ke artikel A website AB.

Hal tersebut sangat dilarang Google.
Meskipun demikian, Anda mungkin bisa memberikan backlink ke web mereka lewat konten artikel lainnya.
Baca Juga : Cara Mendapatkan Backlink Berkualitas
5. Jangan Menanamkan Outbound Link Terlalu Banyak
Mungkin mempunyai outbound link memang baik, namun jika Anda menanamkannya terlalu banyak, bisa sangat mengganggu pembaca.

Meskipun Google tidak memberi batasan terkait jumlah pada sebuah konten.
Tetap berikan outbound link yang sewajarnya.
6. Anchor Text
Selain di internal link, Anda juga memerlukan anchor text dalam outbound link.
Fungsi anchor text dapat memberikan deskripsi atau informasi ke pembaca tentang halaman rujukan.
Pakai anchor text dengan tingkat relevansi tinggi sesuai pembahasan, supaya tulisan lebih ramah SEO.
Sah-sah saja menanamkan outbound link ke dalam website, apabila anda yakin jika keenam hal di atas sudah terpenuhi dengan baik.
Tujuannya agar tidak merusak rencana optimasi SEO yang sudah anda kembangkan hanya karena kesalahan link building.
Ini Kesalahan yang Wajib Dihindari Dalam Link Building
Sebelum anda menerapkan link building terutama untuk outbound link, ada beberapa kesalahan yang patut dihindari berikut ini :
1. Kesalahan Web URL Tujuan
Beberapa kesalahan terkait link building dari segi URL tujuan yang perlu dihindari, berikut ini :
Butuh Waktu Untuk Proses Loading Page
Pemilik website kebanyakan tidak melakukan optimasi terhadap kecepatan website mereka, sebelum menerapkan link building.
Perlu diketahui bahwa faktor ini sangat berpengaruh terhadap peringkat website.
Lantas, apa yang perlu dilakukan dalam link building?
Pastikan kecepatan akses loading page website Anda telah teroptimasi dengan maksimal.
Tujuannya supaya backlink bisa berdampak baik terhadap ranking.
Sebagai saran, penting sekali untuk mengecek kecepatan website terlebih dahulu memakai Google PageSpeed atau GTMetrix.
Pastikan nila kecepatan website lebih dari 90. Misalkan pada web Jokowa.id nilainya mencapai 100.

Optimasi SEO On Page Tidak Dilakukan
Pemilik blogger seringkali melakukan kesalahan dengan tidak melakukan optimasi SEO On Page.
Seperti penggunaan heading, title hag, internal link, keyword placement, dan lainnya.
Sebelum menerapkan link building, terlebih dahulu harus membuat SEO On Page pada halaman website berdasarkan kaidah dari pakar SEO.
Masuk ke halaman yang akan anda pasangi backlink. Silahkan cek SEO On Page-nya, sudahkah halaman web tersebut siap untuk mendapatkan backlink.
Namun jika belum lakukan optimasi dan perbaiki terlebih dulu.
Pelajari selengkapnya : 19+ Cara Optimasi SEO On Page Untuk Naikkan Rank Website
Broken
Salah satu kesalahan yang seringkali diabaikan para pemilik blog adalah kesalahan saat memasang link.
Dampaknya terjadi yang namanya ‘broken link, sehingga otoritas yang semestinya disalurkan ternyata tidak sampai pada halaman tujuan.
Jika halaman web Anda memiliki broken link terlalu banyak, bisa memberikan sinyal ke dalam algoritma Google jika website anda mempunyai pengalaman pengguna yang buruk.
Oleh sebab itu, silahkan cek dan perbaiki broken link sebelum melanjutkan link building.
Pengguna WordPress bisa melakukan pengecekan broken link dengan memanfaatkan plugin Broken Link Checker.
Penempatan Keyword
Penempatan keyword sebenarnya merupakan bagian SEO ON Page.
Jadi sebelum menjalankan link building, pastikan dulu Anda telah memasang keyword utama di tempat-tempat potensial yang disarankan ahli SEO.
Seperti dalam url website, pada title, di paragraph pertama atau lainnya.
Redirect Chain
Ini merupakan komponen redirect pada halaman situs web yang secara tidak langsung menuju halaman situs web tujuan.
Dalam hal ini, umumnya terdapat url antara. Justru cara ini membuat link building yang dilakukan tidak efektif.
Kesalahan Sumber Backlink
Kesalahan dalam membangun backlink tidak hanya berkaitan dengan URL tujuan, tetapi juga sumber website yang memberikan tautan. Pemilihan sumber backlink yang kurang tepat dapat membuat strategi SEO tidak efektif, membuang anggaran, bahkan meningkatkan risiko terkena tindakan spam dari Google.
Oleh karena itu, setiap pemilik website perlu memperhatikan kualitas konten, relevansi topik, profil tautan, dan cara mendapatkan backlink. Berikut tujuh kesalahan sumber backlink yang perlu dihindari.
1. Kualitas Konten Rendah
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam link building adalah menggunakan website dengan konten berkualitas rendah sebagai sumber backlink.
Website seperti ini biasanya hanya berisi artikel singkat tanpa pembahasan yang memadai, informasi yang tidak akurat, atau konten yang dibuat semata-mata untuk menempatkan tautan.
Padahal, konten merupakan salah satu fondasi penting dalam strategi pemasaran online. Artikel yang bermanfaat dapat menarik pengunjung, membangun kepercayaan, dan memberikan alasan bagi website lain untuk menjadikannya sebagai referensi.
Sebaliknya, website yang dipenuhi artikel asal jadi cenderung memiliki nilai yang rendah bagi pengguna. Apabila sebagian besar kontennya hanya dibuat untuk menjual atau menanam backlink, kualitas sumber tersebut patut dipertanyakan.
Untuk menghindari kesalahan ini, periksa kualitas artikel sebelum menggunakan suatu website sebagai sumber backlink. Pastikan kontennya orisinal, informatif, mudah dipahami, dan memberikan manfaat bagi pembaca.
2. Memilih Website dengan Otoritas Rendah
Kesalahan berikutnya adalah memilih sumber backlink hanya berdasarkan jumlah domain yang tersedia tanpa memperhatikan kualitasnya.
Website dengan metrik otoritas rendah belum tentu buruk. Sebaliknya, website dengan nilai Domain Authority (DA) atau Domain Rating (DR) tinggi juga belum tentu memberikan backlink berkualitas.
Metrik tersebut merupakan indikator dari penyedia alat SEO, bukan ukuran resmi yang digunakan Google untuk menentukan peringkat.
Hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas konten, relevansi topik, reputasi website, serta kewajaran profil tautannya. Website kecil yang dikelola dengan baik dan memiliki pembahasan relevan dapat menjadi sumber tautan yang bermanfaat.
Sebaliknya, website dengan metrik tinggi tetapi dipenuhi tautan berbayar yang tidak wajar, konten otomatis berkualitas rendah, atau jaringan tautan manipulatif perlu diwaspadai.
Sebelum memasang backlink, lakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sumbernya. Jangan menjadikan angka DA, DR, atau metrik lainnya sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan.
3. Penggunaan Rich Anchor Text Secara Berlebihan
Rich anchor text adalah teks tautan yang mengandung kata kunci tertentu, terutama kata kunci yang ditargetkan untuk meningkatkan peringkat pencarian. Contohnya, website yang membahas SEO mendapatkan banyak backlink dengan teks tautan yang sama, seperti “jasa SEO terbaik” atau “kursus SEO murah”.
Penggunaan anchor text yang relevan sebenarnya tidak selalu bermasalah. Kesalahan muncul ketika pemilik website sengaja membangun banyak tautan dengan kata kunci komersial yang sama untuk memanipulasi peringkat pencarian.
Pola tersebut dapat terlihat tidak alami, terutama apabila banyak backlink berasal dari website yang tidak relevan atau dibuat melalui skema pertukaran tautan.
Untuk menghindarinya, gunakan variasi anchor text secara wajar. Beberapa pilihan yang dapat digunakan antara lain:
- Branded anchor: menggunakan nama merek atau website.
- Naked URL: menggunakan alamat URL secara langsung.
- Natural anchor: menggunakan frasa yang sesuai dengan konteks kalimat.
- Descriptive anchor: menjelaskan isi halaman tujuan.
- Exact-match anchor: menggunakan kata kunci yang sama persis dengan target.
Tidak ada persentase baku yang wajib diterapkan untuk setiap jenis anchor text. Utamakan konteks dan kewajaran tautan daripada mengejar komposisi angka tertentu.
4. Menggunakan Sumber Backlink yang Tidak Relevan
Relevansi merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan ketika memilih sumber backlink. Kesalahan sering terjadi ketika sebuah website mendapatkan tautan dari situs yang membahas topik yang sama sekali berbeda, tanpa alasan editorial yang jelas.
Sebagai contoh, website yang membahas pertanian mendapatkan backlink dari artikel tentang pinjaman online atau perawatan kendaraan.
Tautan tersebut belum tentu berbahaya, tetapi apabila penempatannya tidak memiliki hubungan yang masuk akal dengan pembahasan, manfaatnya bagi pembaca menjadi sulit dijelaskan.
Situasinya berbeda jika sebuah artikel membahas teknologi pertanian modern dan memperoleh referensi dari website teknologi. Walaupun topiknya tidak sepenuhnya sama, masih terdapat hubungan yang jelas antara kedua pembahasan tersebut.
Untuk mendapatkan sumber backlink yang lebih tepat, pilih website yang memiliki kesamaan topik, audiens, atau keterkaitan informasi dengan halaman tujuan.
Selain itu, perhatikan konteks kalimat yang memuat tautan. Backlink yang ditempatkan secara alami dalam pembahasan yang relevan lebih masuk akal dibandingkan tautan yang dipaksakan hanya untuk tujuan SEO.
5. Mendapatkan Backlink dari Website Spam
Website spam merupakan sumber backlink yang perlu diwaspadai. Situs semacam ini sering kali dibuat untuk menghasilkan tautan dalam jumlah besar, memanipulasi hasil pencarian, atau menjual backlink tanpa memperhatikan kualitas dan relevansi.
Ciri-cirinya dapat berupa artikel yang tidak memiliki nilai informasi, tautan keluar dalam jumlah tidak wajar, halaman yang dipenuhi kata kunci, serta konten yang membahas banyak topik tanpa hubungan yang jelas.
Namun, banyaknya tautan keluar atau penggunaan berbagai topik saja tidak cukup untuk memastikan bahwa sebuah website merupakan situs spam. Pemeriksaan harus mempertimbangkan keseluruhan pola dan tujuan situs tersebut.
Risiko meningkat ketika pemilik website secara sengaja menggunakan skema tautan manipulatif untuk memengaruhi peringkat Google. Praktik semacam ini dapat bertentangan dengan kebijakan spam mesin pencari.
Sebelum menggunakan suatu sumber, periksa riwayat konten, kualitas halaman, pola tautan keluar, dan reputasinya. Hindari membeli tautan secara massal dari jaringan website yang dibuat khusus untuk memanipulasi peringkat.
6. Terlalu Banyak Mengandalkan Satu Sumber Backlink
Kesalahan lain dalam strategi link building adalah memperoleh sebagian besar backlink dari satu website, satu jaringan blog, atau kelompok domain yang saling berkaitan.
Ketergantungan seperti ini dapat membuat strategi SEO menjadi kurang berkelanjutan. Jika sumber tersebut kehilangan kualitas, menghapus tautan, atau mengalami masalah reputasi, profil backlink website tujuan dapat ikut terdampak.
Selain itu, apabila banyak domain sebenarnya dikelola oleh pihak yang sama dan dibuat khusus untuk memberikan tautan secara manipulatif, pola tersebut dapat meningkatkan risiko pelanggaran kebijakan spam Google.
Solusinya bukan sekadar mengejar sebanyak mungkin domain berbeda. Bangun hubungan dengan berbagai sumber yang memang relevan dan memiliki nilai bagi audiens, misalnya media industri, blog profesional, komunitas, lembaga pendidikan, atau website bisnis yang sesuai dengan topik.
Dengan pendekatan tersebut, profil backlink dapat berkembang secara lebih alami tanpa bergantung pada satu sumber tertentu.
7. Mengabaikan Riwayat dan Pola Backlink Sumber
Kesalahan terakhir adalah tidak memeriksa riwayat website sebelum menjadikannya sebagai sumber backlink.
Sebuah domain mungkin terlihat memiliki desain profesional dan metrik SEO yang bagus, tetapi riwayat serta pola tautannya belum tentu sehat.
Contohnya, domain yang sebelumnya membahas pendidikan kemudian berubah menjadi website yang menerbitkan artikel tentang perjudian, pinjaman, kesehatan, dan berbagai topik lain yang tidak berhubungan.
Perubahan topik tidak otomatis menunjukkan pelanggaran, tetapi dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Perhatikan juga apakah website tersebut memiliki banyak tautan keluar dengan anchor text komersial yang berulang, artikel bersponsor tanpa penjelasan yang memadai, atau pola penerbitan konten yang tampak dirancang khusus untuk menjual tautan.
Untuk melakukan pemeriksaan, Anda dapat menggunakan Ahrefs, Semrush, atau alat analisis backlink lainnya. Periksa riwayat domain, halaman yang memberikan tautan, distribusi anchor text, dan kualitas website yang menjadi rujukannya.
Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan satu metrik atau satu indikator. Gabungkan data dari alat SEO dengan pemeriksaan langsung terhadap konten dan tujuan website.
Kesimpulan
Outbound link dan backlink merupakan bagian dari strategi SEO yang perlu diterapkan secara tepat untuk mendukung kualitas website.
Penggunaan outbound link yang relevan dan mengarah ke sumber tepercaya dapat memperkaya informasi, meningkatkan pengalaman pengguna, serta membantu mesin pencari memahami konteks konten.
Sementara itu, dalam membangun backlink, pemilik website perlu memperhatikan kualitas konten, relevansi sumber, penggunaan anchor text yang alami, serta riwayat dan pola tautan.
Hindari sumber backlink berkualitas rendah, website spam, dan praktik link building yang manipulatif.
Dengan strategi yang terencana dan berorientasi pada kebutuhan pembaca, outbound link dan backlink dapat menjadi bagian dari upaya membangun website yang berkualitas dan berkelanjutan.






