30 Indikator SEO untuk Meningkatkan Ranking Website di Google

Joko Warino

30 Indikator SEO untuk Meningkatkan Ranking Website di Google

Indikator SEO sangat penting untuk membantu mengoptimalkan halaman website agar lebih mudah ditemukan oleh pengguna melalui Google maupun mesin pencari lainnya.

Dengan memahami berbagai indikator SEO, pemilik website dapat mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki, mulai dari kualitas konten, struktur halaman, kecepatan website, hingga kualitas backlink.

SEO atau Search Engine Optimization adalah proses mengoptimalkan website agar memiliki peluang lebih besar untuk muncul pada hasil pencarian organik mesin pencari.

Berbeda dengan iklan berbayar, SEO berfokus pada mendapatkan kunjungan secara alami dari pengguna yang melakukan pencarian menggunakan kata kunci tertentu.

SEO sangat penting bagi pemilik website, blogger, perusahaan, maupun pelaku bisnis online. Website yang mampu memperoleh posisi tinggi pada hasil pencarian berpotensi mendapatkan lebih banyak pengunjung yang relevan.

Namun, mendapatkan posisi tersebut tidak cukup hanya dengan memasukkan banyak keyword ke dalam artikel.

Google menggunakan berbagai sistem dan sinyal untuk memahami halaman, menilai relevansinya dengan pencarian, serta menentukan hasil yang paling membantu pengguna.

Karena itu, optimasi SEO perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu indikator.

Apa Saja Indikator SEO untuk Meningkatkan Ranking Keyword?

Apa Saja Indikator SEO untuk Meningkatkan Ranking Keyword

Indikator SEO dapat digunakan sebagai panduan untuk mengevaluasi kualitas sebuah halaman.

Tidak semua indikator memiliki bobot yang sama dan Google juga tidak memberikan daftar sederhana berupa nilai pasti yang harus dicapai setiap website.

Berikut beberapa indikator SEO yang penting untuk diperhatikan.

1. Struktur dan URL Halaman

URL merupakan alamat yang digunakan untuk mengakses sebuah halaman website. URL yang baik sebaiknya sederhana, mudah dibaca, dan dapat memberikan gambaran mengenai isi halaman.

URL tidak harus menggunakan kata kunci secara berlebihan. Namun, memasukkan istilah utama secara alami dapat membantu pengguna memahami topik halaman sebelum membukanya.

Contohnya, jika artikel membahas cara membersihkan database WordPress, URL seperti:

jokowa.id/cara-membersihkan-database-wordpress/

lebih informatif dibandingkan URL seperti:

jokowa.id/p=12345

Gunakan URL yang singkat dan deskriptif. Hindari penggunaan parameter atau rangkaian karakter yang tidak diperlukan jika memang tidak memiliki fungsi.

Perlu diketahui bahwa website juga tidak harus menggunakan www. Domain dengan www dan tanpa www sama-sama dapat digunakan selama dikonfigurasi dengan benar.

2. Menggunakan HTTPS dan TLS

Keamanan website juga menjadi bagian penting dari pengelolaan website modern. HTTPS menggunakan enkripsi untuk membantu melindungi komunikasi antara browser pengguna dan server.

Teknologi yang digunakan saat ini adalah TLS (Transport Layer Security), sedangkan istilah SSL masih sering digunakan secara umum untuk menyebut sertifikat keamanan website.

Website yang menggunakan HTTPS biasanya ditampilkan dengan ikon gembok pada browser.

HTTPS penting bukan hanya untuk SEO, tetapi terutama untuk keamanan dan kepercayaan pengguna. Website yang meminta data login, informasi pribadi, maupun transaksi tentu membutuhkan koneksi yang aman.

Namun, penggunaan HTTPS sebaiknya tidak dipahami sebagai jaminan bahwa sebuah halaman otomatis mendapatkan ranking tinggi. HTTPS merupakan salah satu aspek keamanan website, sedangkan ranking dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya.

3. Kualitas dan Relevansi Konten

Konten merupakan salah satu bagian paling penting dalam SEO.

Google berusaha menampilkan hasil yang paling relevan dan bermanfaat bagi pengguna. Oleh karena itu, artikel tidak cukup hanya memiliki keyword utama. Konten harus benar-benar membahas topik yang dicari pengguna.

Misalnya, Anda menargetkan keyword cara membersihkan database WordPress.

Artikel yang baik seharusnya tidak hanya mengulang keyword tersebut berkali-kali. Artikel dapat membahas penyebab database membengkak, jenis data yang dapat dibersihkan, cara melakukan backup, penggunaan plugin, optimasi tabel, risiko menghapus data, serta langkah yang aman untuk pemula.

Dengan pembahasan yang lengkap, pengguna mendapatkan jawaban yang lebih berguna.

Hindari membuat artikel hanya untuk mesin pencari. Konten yang terlalu banyak mengulang keyword justru dapat membuat tulisan sulit dibaca.

4. Search Intent

Search intent adalah tujuan pengguna ketika melakukan pencarian.

Memahami search intent sangat penting karena satu keyword dapat memiliki tujuan pencarian yang berbeda.

Secara umum, search intent dapat berupa:

  • Informational, yaitu mencari informasi.
  • Navigational, yaitu mencari website atau halaman tertentu.
  • Commercial, yaitu membandingkan produk atau layanan.
  • Transactional, yaitu memiliki keinginan melakukan pembelian atau tindakan tertentu.

Contohnya, seseorang yang mencari apa itu user experience kemungkinan membutuhkan artikel penjelasan.

Sementara pengguna yang mencari jasa SEO terbaik mungkin sedang melakukan perbandingan sebelum menggunakan layanan.

Karena itu, format konten harus disesuaikan dengan maksud pencarian.

Jika halaman tidak sesuai dengan search intent, pengguna kemungkinan akan segera kembali ke hasil pencarian dan mencari sumber lain.

Baca Juga: Cara Optimasi Search Intent pada Keyword

5. Penggunaan Keyword Secara Alami

Keyword tetap penting dalam SEO karena membantu mesin pencari memahami topik halaman. Namun, penggunaannya harus dilakukan secara alami.

Keyword utama dapat ditempatkan pada beberapa bagian penting seperti:

  • Judul halaman.
  • URL.
  • Paragraf pembuka.
  • Heading yang relevan.
  • Isi artikel.
  • Title tag.
  • Meta description jika sesuai.
  • Alt text gambar jika memang menggambarkan isi gambar.

Tidak ada kebutuhan untuk memasukkan keyword dalam setiap paragraf.

Google sudah semakin mampu memahami hubungan antarkata dan konteks sebuah halaman. Karena itu, gunakan variasi istilah yang memang relevan dengan pembahasan.

Sebagai contoh, artikel dengan keyword utama SEO WordPress secara alami dapat membahas optimasi WordPress, plugin SEO, struktur website, internal link, kecepatan website, dan kualitas konten.

6. Title Tag yang Relevan

Title tag merupakan judul halaman yang dapat ditampilkan pada hasil pencarian dan menjadi salah satu elemen penting untuk membantu pengguna memahami isi halaman.

Judul sebaiknya:

  • Menjelaskan isi halaman.
  • Mengandung topik utama secara alami.
  • Menarik perhatian pengguna.
  • Tidak dibuat menyesatkan.
  • Tidak menggunakan keyword secara berlebihan.

Contohnya:

Indikator SEO Penting untuk Meningkatkan Ranking Keyword

lebih jelas dibandingkan:

SEO SEO SEO Ranking Google Terbaik Keyword SEO

Judul yang baik bukan hanya ditujukan kepada mesin pencari, tetapi juga kepada manusia yang melihat hasil pencarian.

7. Meta Description

Meta description merupakan deskripsi singkat mengenai isi halaman.

Meta description tidak boleh dianggap sebagai faktor ranking langsung yang menentukan posisi halaman. Namun, deskripsi yang jelas dapat membantu pengguna memahami isi halaman dan berpotensi meningkatkan ketertarikan mereka untuk mengklik hasil pencarian.

Sebaiknya buat deskripsi yang:

  • Relevan dengan isi halaman.
  • Menjelaskan manfaat artikel.
  • Menggunakan bahasa alami.
  • Tidak berisi keyword berulang.
  • Tidak menyesatkan pengguna.

Panjang meta description juga tidak perlu dipaksakan pada angka tertentu karena tampilan hasil pencarian dapat berbeda-beda tergantung perangkat dan kondisi pencarian.

8. Struktur Heading

Struktur heading membantu pembaca maupun mesin pencari memahami susunan informasi dalam sebuah halaman.

Gunakan heading secara hierarkis, misalnya:

H1: Indikator SEO yang Penting

H2: Faktor SEO On-Page

H3: Optimasi Title Tag

H3: Optimasi Meta Description

Struktur heading yang baik membuat artikel lebih mudah dipindai, terutama ketika artikel memiliki jumlah kata yang panjang.

Jangan menggunakan heading hanya untuk memperbesar ukuran tulisan. Heading sebaiknya memiliki fungsi struktural dan menggambarkan bagian pembahasan tertentu.

9. Internal Link

Internal link adalah tautan yang menghubungkan satu halaman dengan halaman lain dalam website yang sama.

Internal link sangat berguna untuk membantu pengguna menemukan informasi terkait. Selain itu, internal link membantu mesin pencari menemukan dan memahami hubungan antara halaman-halaman dalam sebuah website.

Misalnya, artikel tentang indikator SEO dapat mengarah ke artikel lain mengenai:

  • Search intent.
  • Keyword research.
  • User experience.
  • Kecepatan website.
  • Internal linking.
  • WordPress.
  • Content marketing.

Gunakan anchor text yang deskriptif dan relevan. Hindari menambahkan internal link secara berlebihan hanya demi SEO.

10. Backlink Berkualitas

Backlink adalah tautan dari website lain yang mengarah ke halaman website Anda.

Backlink masih menjadi bagian penting dalam SEO, tetapi kualitas jauh lebih penting daripada sekadar jumlah.

Satu backlink dari website yang relevan dan memiliki reputasi baik dapat lebih bernilai dibandingkan ratusan backlink berkualitas rendah.

Backlink yang baik dapat diperoleh melalui:

  • Konten yang benar-benar bermanfaat.
  • Data atau penelitian yang layak dijadikan referensi.
  • Digital PR.
  • Guest contribution yang berkualitas.
  • Kolaborasi dengan website relevan.
  • Konten yang mendapatkan rujukan secara alami.

Hindari membeli backlink secara sembarangan atau membangun jaringan tautan manipulatif. Strategi tersebut dapat menimbulkan risiko terhadap performa website.

Untuk melihat profil backlink, salah satu alat yang dapat digunakan adalah Ahrefs Backlink Checker.

11. Kualitas dan Kredibilitas Backlink

Tidak semua backlink memiliki nilai yang sama.

Ketika mengevaluasi backlink, perhatikan relevansi website sumber, konteks tautan, kualitas halaman, serta apakah tautan tersebut diperoleh secara wajar.

Misalnya, website tentang teknologi mendapatkan backlink dari artikel teknologi yang relevan. Backlink tersebut lebih masuk akal dibandingkan tautan dari website yang sama sekali tidak berkaitan dan memiliki pola tautan mencurigakan.

SEO bukan perlombaan untuk mengumpulkan backlink sebanyak mungkin.

Yang lebih penting adalah membangun website yang memang layak dirujuk oleh website lain.

12. Mobile-Friendly

Sebagian besar pengguna internet mengakses website menggunakan perangkat mobile. Karena itu, website harus mampu memberikan pengalaman yang baik pada layar kecil.

Google juga menggunakan mobile-first indexing, sehingga versi mobile halaman menjadi sangat penting dalam proses pemahaman dan pengindeksan website.

Pastikan:

  • Teks mudah dibaca.
  • Tombol mudah ditekan.
  • Menu tidak membingungkan.
  • Konten utama tersedia pada versi mobile.
  • Gambar tidak keluar dari layar.
  • Website tidak menggunakan elemen yang mengganggu pengguna.

Website yang terlihat bagus di desktop tetapi sulit digunakan di smartphone dapat kehilangan peluang memberikan pengalaman yang baik kepada pengunjung.

13. Kecepatan Website

Kecepatan website menjadi aspek penting karena pengguna tidak menyukai halaman yang terlalu lama dimuat.

Website yang lambat dapat menyebabkan pengguna meninggalkan halaman sebelum konten selesai ditampilkan.

Namun, kecepatan tidak dapat dinilai hanya berdasarkan satu angka seperti “harus di bawah 500 ms”. Kondisi jaringan, perangkat, lokasi server, ukuran halaman, dan berbagai faktor teknis dapat memengaruhi waktu pemuatan.

Untuk mengevaluasi performa, salah satu pendekatan penting adalah memperhatikan Core Web Vitals, yang mencakup:

  • LCP (Largest Contentful Paint) untuk melihat kecepatan pemuatan konten utama.
  • INP (Interaction to Next Paint) untuk melihat responsivitas terhadap interaksi pengguna.
  • CLS (Cumulative Layout Shift) untuk mengukur kestabilan visual halaman.

Selain itu, pemilik website dapat menggunakan berbagai alat seperti PageSpeed Insights untuk menemukan masalah performa.

14. Core Web Vitals

Core Web Vitals merupakan sekumpulan metrik yang digunakan untuk mengevaluasi aspek tertentu dari pengalaman pengguna.

Tiga metrik utama yang saat ini perlu diperhatikan adalah LCP, INP, dan CLS.

Optimasi Core Web Vitals dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya:

  • Mengoptimalkan gambar.
  • Mengurangi JavaScript yang tidak diperlukan.
  • Menggunakan caching.
  • Mengoptimalkan CSS.
  • Menggunakan CDN bila diperlukan.
  • Mengurangi sumber daya pihak ketiga.
  • Memperbaiki konfigurasi server.

Core Web Vitals sebaiknya dipandang sebagai bagian dari kualitas pengalaman pengguna, bukan sebagai satu-satunya penentu ranking.

15. User Experience

Pengalaman pengguna atau user experience semakin penting dalam pengelolaan website.

Website yang memiliki desain menarik tetapi sulit digunakan belum tentu memberikan pengalaman yang baik.

Perhatikan beberapa aspek seperti:

  • Navigasi.
  • Keterbacaan teks.
  • Struktur artikel.
  • Kemudahan menemukan informasi.
  • Kejelasan tombol.
  • Kecepatan halaman.
  • Tampilan mobile.
  • Gangguan iklan atau pop-up.

Jika pengguna dapat menemukan informasi dengan mudah, kemungkinan mereka akan lebih nyaman membaca halaman dan menjelajahi konten lain.

Baca Juga: Apa Itu User Experience?

16. E-E-A-T

E-E-A-T merupakan konsep yang digunakan dalam panduan Google untuk membantu evaluator menilai kualitas halaman. E-E-A-T terdiri dari:

  • Experience.
  • Expertise.
  • Authoritativeness.
  • Trustworthiness.

Artinya, konten yang baik seharusnya menunjukkan pengalaman atau pengetahuan yang relevan, dibuat dengan keahlian yang sesuai, memiliki sumber atau reputasi yang dapat dipercaya, serta memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk meningkatkan aspek ini, website dapat mencantumkan identitas penulis, profil penulis, sumber referensi, pengalaman nyata, data pendukung, dan informasi yang transparan.

Untuk topik tertentu, terutama yang berdampak besar terhadap kehidupan pengguna, kredibilitas dan keakuratan informasi menjadi semakin penting.

17. Pengalaman Nyata dalam Konten

Salah satu cara membuat konten lebih bernilai adalah menambahkan pengalaman nyata.

Misalnya, daripada hanya menulis teori tentang optimasi WordPress, Anda dapat menjelaskan proses yang benar-benar dilakukan ketika memperbaiki website.

Informasi seperti masalah yang ditemukan, langkah perbaikan, hasil pengujian, kesalahan yang terjadi, dan solusi yang digunakan dapat memberikan nilai tambahan bagi pembaca.

Konten semacam ini lebih sulit ditiru dibandingkan artikel yang hanya merangkum informasi umum dari website lain.

18. Originalitas Konten

Konten sebaiknya memiliki nilai asli dan bukan sekadar menyalin atau memutar ulang informasi dari halaman lain.

Originalitas dapat berupa:

  • Pengalaman pribadi.
  • Studi kasus.
  • Data sendiri.
  • Analisis.
  • Foto atau screenshot sendiri.
  • Pendapat berdasarkan pengalaman.
  • Tutorial dengan langkah yang benar-benar diuji.

Tujuannya bukan sekadar membuat artikel berbeda secara kalimat, tetapi memberikan informasi yang memiliki nilai bagi pembaca.

19. Crawlability

Crawlability adalah kemampuan mesin pencari untuk menemukan dan mengakses halaman website.

Jika halaman sulit ditemukan oleh crawler, halaman tersebut tentu memiliki masalah sebelum membahas ranking.

Pastikan tidak ada kesalahan konfigurasi yang menghalangi halaman penting untuk dirayapi.

Beberapa hal yang perlu diperiksa antara lain:

  • Robots.txt.
  • Sitemap XML.
  • Internal link.
  • Struktur website.
  • Status HTTP.
  • Redirect.
  • Halaman yang tidak sengaja diblokir.

Google Search Console dapat membantu pemilik website memantau masalah pengindeksan.

20. Indexability

Halaman yang dapat dirayapi belum tentu selalu dapat diindeks.

Karena itu, selain crawlability, pemilik website juga perlu memperhatikan indexability.

Periksa apakah halaman penting:

  • Tidak memiliki konfigurasi noindex yang tidak disengaja.
  • Dapat diakses crawler.
  • Memiliki status HTTP yang benar.
  • Tidak mengalami masalah canonical.
  • Tidak menjadi duplikat yang tidak diperlukan.

Google Search Console dapat digunakan untuk membantu memeriksa status indeks halaman.

21. Sitemap XML

Sitemap XML berisi daftar URL yang ingin disampaikan kepada mesin pencari.

Sitemap membantu mesin pencari menemukan halaman penting, terutama pada website yang besar atau memiliki struktur yang kompleks.

Namun, sitemap bukan jaminan bahwa semua URL akan langsung diindeks.

Pastikan sitemap hanya berisi URL yang memang layak untuk diindeks dan dapat diakses dengan baik.

22. Canonical URL

Canonical digunakan untuk memberi sinyal mengenai versi utama dari halaman yang memiliki URL serupa atau konten yang sangat mirip.

Masalah duplikasi dapat muncul pada website yang memiliki parameter URL, halaman kategori, variasi produk, atau struktur tertentu.

Pengaturan canonical yang benar membantu mesin pencari memahami halaman mana yang menjadi versi utama.

Namun, canonical bukan alat untuk memaksa Google mengindeks halaman tertentu. Mesin pencari tetap dapat memilih URL lain jika terdapat alasan tertentu.

23. Optimasi Gambar

Gambar dapat membuat artikel lebih menarik dan membantu menjelaskan informasi.

Namun, gambar berukuran besar dapat memperlambat website.

Beberapa optimasi yang dapat dilakukan:

  • Kompres gambar.
  • Gunakan format modern seperti WebP atau AVIF jika sesuai.
  • Sesuaikan dimensi gambar dengan kebutuhan.
  • Gunakan lazy loading untuk gambar yang tidak langsung terlihat.
  • Berikan nama file yang deskriptif.
  • Gunakan alt text yang relevan.

Alt text sebaiknya menjelaskan gambar ketika memang diperlukan, bukan memasukkan keyword secara berulang.

24. Structured Data

Structured data membantu memberikan informasi terstruktur mengenai jenis konten pada halaman.

Contohnya dapat digunakan untuk membantu mesin pencari memahami artikel, produk, organisasi, breadcrumb, dan jenis informasi tertentu lainnya.

Structured data harus sesuai dengan isi halaman dan mengikuti pedoman mesin pencari.

Jangan menambahkan markup yang tidak sesuai hanya dengan tujuan mendapatkan tampilan khusus pada hasil pencarian.

25. Breadcrumb

Breadcrumb membantu pengguna memahami posisi sebuah halaman dalam struktur website.

Contohnya:

Beranda > SEO > Teknikal SEO > Indikator SEO

Breadcrumb sangat bermanfaat untuk website dengan banyak kategori dan halaman.

Selain membantu navigasi pengguna, struktur breadcrumb juga dapat membantu mesin pencari memahami hubungan hierarki antarhalaman.

26. Broken Link

Broken link atau tautan rusak terjadi ketika sebuah link mengarah ke halaman yang sudah tidak tersedia atau menghasilkan error.

Terlalu banyak tautan rusak dapat mengganggu pengalaman pengguna.

Lakukan pemeriksaan secara berkala, terutama pada website yang sudah memiliki banyak artikel.

Jika sebuah halaman memang sudah dihapus, tentukan apakah URL tersebut perlu dialihkan ke halaman yang relevan atau memang dibiarkan tidak tersedia.

27. Status HTTP dan Redirect

Masalah teknis seperti 404, 500, redirect berantai, dan redirect yang salah dapat mengganggu kualitas website.

Gunakan redirect secara tepat.

Misalnya, ketika sebuah artikel dipindahkan secara permanen ke URL baru, redirect 301 dapat digunakan sebagai bagian dari proses migrasi.

Hindari membuat rantai redirect yang panjang karena dapat membuat proses akses halaman menjadi tidak efisien.

28. Topical Authority

Topical authority adalah konsep mengenai kedalaman dan kelengkapan website dalam membahas sebuah topik.

Misalnya, website ingin membangun otoritas pada topik WordPress.

Jangan hanya membuat satu artikel tentang WordPress. Anda dapat membangun kelompok konten yang membahas:

  • Optimasi WordPress.
  • Keamanan WordPress.
  • Database WordPress.
  • Plugin WordPress.
  • Kecepatan WordPress.
  • SEO WordPress.
  • Hosting WordPress.
  • Maintenance WordPress.

Kemudian hubungkan artikel-artikel tersebut menggunakan internal link yang relevan.

Strategi ini membuat website memiliki cakupan pembahasan yang lebih kuat pada suatu topik.

29. Konsistensi dan Pembaruan Konten

Konten yang sudah diterbitkan bukan berarti harus dibiarkan selamanya.

Informasi dapat berubah, terutama pada topik teknologi, SEO, WordPress, produk, dan layanan online.

Lakukan audit konten secara berkala untuk menemukan:

  • Informasi kedaluwarsa.
  • Link rusak.
  • Screenshot lama.
  • Data yang sudah berubah.
  • Keyword baru.
  • Pertanyaan pengguna yang belum dijawab.

Namun, jangan memperbarui tanggal artikel tanpa melakukan perubahan yang berarti. Pembaruan sebaiknya dilakukan karena memang ada informasi yang perlu diperbaiki atau ditambahkan.

30. Analisis Performa dengan Data

SEO sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan perkiraan.

Gunakan data untuk melihat bagaimana website berkembang.

Google Search Console dapat membantu melihat:

  • Query yang menghasilkan impresi.
  • Klik dari pencarian.
  • CTR.
  • Posisi rata-rata.
  • Halaman yang mendapatkan traffic.
  • Masalah pengindeksan.

Data tersebut dapat digunakan untuk menemukan peluang baru.

Misalnya, sebuah artikel ternyata mendapatkan banyak impresi untuk keyword tertentu tetapi CTR-nya rendah. Kondisi tersebut dapat menjadi alasan untuk mengevaluasi judul dan tampilan snippet.

Kesimpulan

Indikator SEO tidak hanya berkaitan dengan penggunaan keyword dalam artikel.

Optimasi website yang baik mencakup berbagai aspek, mulai dari struktur URL, HTTPS, kualitas konten, search intent, title tag, meta description, heading, internal link, backlink, mobile-friendly, kecepatan website, Core Web Vitals, user experience, E-E-A-T, crawlability, indexability, sitemap, canonical, gambar, structured data, hingga pemantauan performa.

Yang perlu diingat, tidak ada satu indikator yang dapat menjamin sebuah halaman langsung berada di peringkat pertama Google. Mesin pencari menggunakan banyak sistem dan sinyal untuk menentukan hasil yang paling relevan bagi pengguna.

Karena itu, strategi SEO sebaiknya tidak berorientasi pada manipulasi algoritma, tetapi pada bagaimana membuat website yang relevan, cepat, mudah digunakan, dapat dipercaya, mudah dipahami mesin pencari, dan benar-benar memberikan jawaban yang dibutuhkan pengguna.

Jika dilakukan secara konsisten, kombinasi antara konten berkualitas, struktur website yang sehat, pengalaman pengguna yang baik, optimasi teknis, internal link, serta backlink yang relevan dapat membantu meningkatkan peluang website memperoleh visibilitas organik yang lebih baik.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang blogger yang mendalami dunia SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2012 hingga saat ini dan terus belajar memahami perkembangan logaritma yang terus di update oleh Google.

Tinggalkan komentar