14 Cara Membuat Struktur URL Website yang Mudah Dipahami Google

Joko Warino

Cara Membuat Struktur URL Website yang Mudah Dipahami Google

Struktur URL website merupakan salah satu bagian penting dalam optimasi SEO.

URL yang baik tidak hanya memudahkan pengunjung mengenali isi halaman, tetapi juga membantu Google memahami konteks halaman yang sedang dirayapi dan diindeks.

Karena itu, pemilik website perlu membuat alamat halaman yang jelas, konsisten, dan sesuai dengan topik konten.

Sayangnya, masih banyak website yang menggunakan URL terlalu panjang, berisi kombinasi angka yang tidak jelas, atau memiliki struktur berbeda-beda untuk halaman dengan fungsi serupa.

Kondisi tersebut dapat membuat pengelolaan website menjadi kurang efisien, terutama ketika jumlah artikel sudah mencapai ratusan atau ribuan.

Membuat struktur URL yang SEO friendly sebenarnya tidak harus rumit. Anda dapat memulainya dengan menentukan format permalink, memilih kata yang tepat, mengatur kategori, serta memeriksa URL sebelum artikel diterbitkan.

Cara Membuat Struktur URL Website

Dalam panduan ini, kita akan membahas cara membuat struktur URL website yang mudah dipahami Google secara bertahap, khususnya untuk website berbasis WordPress.

1. Pahami Fungsi URL dalam SEO

URL (Uniform Resource Locator) adalah alamat yang digunakan untuk mengakses halaman di internet. Contohnya, ketika pengunjung membuka artikel tentang optimasi SEO, URL menunjukkan alamat halaman tersebut.

Google menyarankan penggunaan struktur URL yang sederhana, logis, dan menggunakan kata-kata yang dapat dipahami manusia. Kata dalam URL juga bisa membantu pengguna memperkirakan isi halaman sebelum membukanya.

Perhatikan dua contoh berikut.

  • URL yang deskriptif: https://contoh.com/cara-riset-keyword/
  • URL yang kurang informatif: https://contoh.com/?p=4582

Contoh pertama langsung memberikan gambaran bahwa halaman tersebut membahas cara melakukan riset keyword. Sebaliknya, contoh kedua tidak menjelaskan topik halaman melalui alamatnya.

Meski demikian, URL yang bagus bukan jaminan artikel langsung mendapatkan peringkat tinggi.

Kualitas konten, relevansi dengan kebutuhan pencarian, kemampuan Google mengakses halaman, dan berbagai faktor lain tetap berpengaruh.

Tujuan utama optimasi URL adalah menciptakan alamat yang mudah dibaca, konsisten, dan tidak menyulitkan pengelolaan website.

2. Tentukan Format URL yang Akan Digunakan

Langkah pertama adalah menentukan format URL yang akan digunakan secara konsisten di seluruh website. Jangan langsung membuat artikel baru tanpa mengetahui pola alamat halaman yang ingin diterapkan.

Untuk website artikel, format berikut dapat menjadi pilihan:

https://contoh.com/nama-artikel/

Contohnya:

  • https://contoh.com/cara-riset-keyword/
  • https://contoh.com/optimasi-seo-on-page/
  • https://contoh.com/cara-membuat-blog/

Format tersebut sederhana karena nama artikel ditampilkan langsung setelah domain.

Anda juga dapat menggunakan struktur berbasis kategori, seperti:

https://contoh.com/seo/cara-riset-keyword/

Format kedua menunjukkan bahwa artikel berada di dalam kategori SEO.

Namun, Anda tidak harus memasukkan kategori ke dalam URL apabila hal tersebut membuat alamat menjadi terlalu panjang atau menyulitkan perubahan kategori di kemudian hari.

Cara memilih format yang tepat:

  1. Periksa jumlah kategori dan artikel yang dimiliki.
  2. Tentukan apakah kategori perlu terlihat pada URL.
  3. Pilih format yang mudah dipelihara dalam jangka panjang.
  4. Terapkan format tersebut secara konsisten.
  5. Hindari mengubah struktur hanya karena ingin mencoba format baru.

Untuk website blog yang berfokus pada artikel SEO, format domain.com/nama-artikel/ sering menjadi pilihan praktis karena ringkas dan mudah dikelola.

3. Atur Permalink Website WordPress

Jika website menggunakan WordPress, pengaturan permalink menjadi langkah teknis pertama yang perlu diperiksa. Permalink menentukan pola alamat yang digunakan WordPress untuk halaman, artikel, dan jenis konten tertentu.

Berikut cara mengaturnya.

  • Login ke dashboard WordPress.
  • Buka menu Settings (Pengaturan).
  • Pilih Permalinks (Permalink).
  • Perhatikan pilihan struktur URL yang tersedia.
  • Pilih Post name (Nama tulisan) untuk menggunakan nama artikel sebagai bagian utama URL.
  • Klik Save Changes (Simpan Perubahan).

Atur Permalink Website WordPress

Setelah pengaturan disimpan, WordPress umumnya akan menghasilkan URL berdasarkan slug artikel.

Misalnya, artikel berjudul Cara Membuat Website SEO Friendly dapat menggunakan URL:

https://contoh.com/cara-membuat-website-seo-friendly/

Format ini lebih informatif dibandingkan alamat yang hanya menampilkan ID artikel.

Perlu diperhatikan, pengaturan permalink sebaiknya dilakukan sejak awal pembuatan website.

Jika website sudah berjalan lama dan memiliki banyak URL yang terindeks Google, jangan mengubah format permalink secara sembarangan.

Perubahan tersebut dapat menyebabkan alamat lama tidak lagi ditemukan apabila tidak disertai pengalihan yang tepat.

Untuk memahami penerapan optimasi pada halaman secara menyeluruh, Anda juga dapat membaca panduan cara optimasi SEO On Page yang benar.

4. Gunakan Slug yang Singkat dan Deskriptif

Slug adalah bagian URL yang mengidentifikasi halaman tertentu. Pada URL https://contoh.com/cara-riset-keyword/, slug-nya adalah cara-riset-keyword.

Slug perlu dibuat dengan cermat karena menjadi bagian alamat yang akan digunakan pengunjung untuk membuka artikel.

Berikut langkah membuat slug yang baik.

  1. Tentukan topik utama artikel.
  2. Pilih beberapa kata yang paling mewakili topik tersebut.
  3. Hilangkan kata tambahan yang tidak diperlukan.
  4. Pisahkan setiap kata menggunakan tanda hubung.
  5. Periksa apakah slug tetap jelas ketika dibaca tanpa melihat judul artikel.

Contohnya, judul artikel Cara Melakukan Riset Keyword untuk Menemukan Kata Kunci yang Potensial bagi Website tidak perlu diubah seluruhnya menjadi slug.

Cukup gunakan:

/cara-riset-keyword/

Bandingkan dengan slug yang terlalu panjang:

/cara-melakukan-riset-keyword-untuk-menemukan-kata-kunci-yang-potensial-bagi-website/

Slug pertama lebih ringkas, tetapi masih menggambarkan isi artikel dengan jelas.

Google tidak menetapkan batas jumlah karakter universal yang menjamin URL menjadi SEO friendly. Oleh karena itu, jangan terlalu terpaku pada jumlah karakter tertentu. Utamakan kejelasan, relevansi, dan kemudahan membaca.

Jika ingin mengembangkan strategi penentuan kata kunci sebelum membuat slug, pelajari juga tips melakukan riset keyword. Dengan begitu, nama URL dapat disesuaikan dengan topik utama yang benar-benar dibahas.

5. Masukkan Keyword Utama secara Alami

Keyword utama dapat digunakan dalam slug untuk membantu menjelaskan topik halaman. Namun, penggunaannya harus wajar dan tidak berlebihan.

Misalnya, artikel membahas cara mengoptimalkan website WordPress. Anda dapat menggunakan slug:

/optimasi-seo-wordpress/

Tidak perlu menggunakan slug seperti:

/cara-optimasi-seo-wordpress-terbaik-tips-optimasi-seo-wordpress/

Pengulangan keyword tidak membuat URL menjadi lebih baik. Justru, alamat yang terlalu panjang dapat terlihat tidak rapi dan sulit dibaca.

Terapkan langkah berikut sebelum menerbitkan artikel:

  • Tentukan satu topik utama yang menjadi fokus konten.
  • Pilih keyword yang paling relevan untuk mewakili topik tersebut.
  • Masukkan keyword ke dalam slug jika memang membuat alamat lebih jelas.
  • Hindari menggabungkan banyak variasi keyword sekaligus.
  • Pastikan isi artikel sesuai dengan makna URL.

Sebagai contoh, artikel dengan judul Cara Mempercepat Website WordPress dapat menggunakan /mempercepat-website-wordpress/.

Slug tersebut sudah cukup informatif tanpa perlu menambahkan berbagai kata yang tidak diperlukan.

Ingat, penggunaan keyword dalam URL merupakan bagian dari praktik SEO, bukan jaminan peningkatan peringkat. Jangan mengorbankan keterbacaan hanya demi memasukkan kata kunci tambahan.

6. Gunakan Tanda Hubung, Huruf Kecil, dan Karakter yang Sederhana

Format karakter merupakan hal yang sering diabaikan ketika membuat URL. Padahal, konsistensi karakter membantu menjaga alamat halaman tetap mudah dibaca dan dikelola.

Google merekomendasikan penggunaan tanda hubung (-) sebagai pemisah kata apabila memungkinkan, bukan garis bawah (_).

Google juga memperlakukan huruf besar dan huruf kecil sebagai bagian URL yang dapat membedakan alamat.

Terapkan aturan berikut.

ElemenContoh yang disarankan
Pemisah katacara-riset-keyword
Hurufoptimasi-seo-wordpress
KarakterHuruf dan angka seperlunya
SpasiGunakan tanda hubung sebagai pemisah
SimbolHindari simbol yang tidak diperlukan

Contoh URL yang lebih mudah dibaca:

https://contoh.com/cara-mengatasi-error-wordpress/

Hindari format seperti:

https://contoh.com/Cara_Mengatasi_Error_WordPress!!!/

Untuk website berbahasa Indonesia, slug berhuruf kecil dengan tanda hubung merupakan pilihan praktis.

Gunakan pula ejaan yang sederhana agar alamat mudah dibagikan melalui media sosial, email, atau aplikasi pesan.

Jika suatu website sudah menggunakan pola tertentu secara konsisten, evaluasi terlebih dahulu sebelum mengubah URL lama. Aturan ini terutama penting untuk website yang telah memiliki banyak halaman terindeks.

7. Susun Kategori dan URL Secara Logis

Struktur URL yang baik seharusnya selaras dengan organisasi konten website.

Kategori membantu pengunjung menemukan artikel yang membahas topik serupa, sedangkan URL dapat digunakan untuk menunjukkan hubungan tersebut apabila struktur berbasis kategori dipilih.

Sebagai contoh, website tentang SEO dapat mempunyai struktur:

Website

SEO

/seo/riset-keyword/

/seo/optimasi-on-page/

/seo/teknik-link-building/

WordPress

/wordpress/cara-membuat-blog/

/wordpress/optimasi-database/

Struktur di atas merupakan contoh ilustrasi, bukan keharusan untuk semua website.

Susun Kategori dan URL Secara Logis

Cara menyusunnya adalah sebagai berikut:

  1. Kelompokkan artikel berdasarkan topik utama.
  2. Buat kategori yang mewakili kelompok konten tersebut.
  3. Hindari membuat terlalu banyak kategori dengan isi yang hampir sama.
  4. Tentukan apakah nama kategori akan ditampilkan dalam URL.
  5. Gunakan pola yang sama untuk artikel dengan jenis dan fungsi serupa.

Jika Anda menggunakan struktur URL tanpa kategori, hubungan antarkonten tetap bisa diperjelas melalui menu navigasi, breadcrumb, dan internal link.

Jangan menambahkan banyak tingkat folder hanya agar URL terlihat terstruktur. URL seperti /blog/seo/panduan/teknis/optimasi/riset-keyword/ dapat menjadi kurang praktis apabila setiap tingkat tidak benar-benar dibutuhkan.

8. Tentukan Struktur URL Sebelum Menerbitkan Artikel

Kesalahan yang sering terjadi adalah membuat artikel terlebih dahulu, lalu berkali-kali mengganti slug karena judul mengalami perubahan.

Untuk menghindarinya, jadikan penentuan URL sebagai bagian dari proses penyuntingan artikel.

Berikut alur kerja yang dapat diterapkan.

1. Tentukan topik artikel

Pastikan fokus pembahasan jelas.

2. Tentukan keyword utama

Pilih istilah yang mewakili kebutuhan pembaca.

3. Buat slug

Singkat, deskriptif, dan mudah dibaca.

4. Periksa URL

Pastikan tidak ada kesalahan ejaan atau duplikasi.

5. Terbitkan artikel

Uji URL dan tambahkan tautan internal yang relevan.

Dengan alur tersebut, URL ditentukan berdasarkan kebutuhan konten, bukan sekadar mengikuti perubahan judul setiap kali artikel diperbarui.

Perhatikan pula kemungkinan slug yang sama telah digunakan oleh artikel lain. WordPress dapat menambahkan akhiran seperti -2 untuk membedakan slug yang bentrok.

Jika hal ini terjadi, periksa apakah kedua artikel memang berbeda dan pilih slug yang lebih spesifik.

Misalnya, dua artikel tentang riset keyword dapat dibedakan menjadi /riset-keyword-pemula/ dan /tools-riset-keyword/ apabila pembahasannya memang berbeda.

9. Hindari Parameter URL yang Tidak Diperlukan

Parameter URL adalah bagian tambahan yang biasanya muncul setelah tanda tanya (?). Parameter dapat digunakan untuk kebutuhan teknis, misalnya pelacakan kampanye, filter produk, pengurutan, atau pencarian internal.

Contohnya:

https://contoh.com/produk/?warna=hitam&ukuran=besar

Parameter tersebut mungkin diperlukan karena dapat mengubah hasil yang ditampilkan.

Namun, jika URL mengandung parameter pelacakan yang tidak mengubah isi halaman, parameter tersebut sebaiknya tidak dijadikan bagian permanen dari URL artikel.

Perhatikan perbedaan berikut.

  • URL artikel: https://contoh.com/cara-riset-keyword/URL
  • URL dengan parameter pelacakan: https://contoh.com/cara-riset-keyword/?utm_source=email

Untuk artikel biasa, gunakan URL utama yang bersih sebagai alamat yang dibagikan dan dijadikan acuan. Parameter pelacakan dapat digunakan sesuai kebutuhan analitik, tetapi jangan sampai menghasilkan banyak variasi URL yang tidak perlu.

Langkah pemeriksaannya:

  • Buka artikel yang sudah diterbitkan.
  • Periksa alamat yang muncul di bilah browser.
  • Identifikasi parameter yang digunakan.
  • Pastikan parameter memang memiliki fungsi.
  • Evaluasi apakah variasi URL tersebut dapat dihindari atau perlu dikelola secara teknis.

Jangan menghapus semua parameter secara membabi buta. Pada toko online, parameter tertentu bisa menentukan produk atau filter yang ditampilkan. Pengelolaannya harus disesuaikan dengan fungsi halaman.

10. Hindari Membuat Banyak URL untuk Konten yang Sama

Satu halaman sebaiknya memiliki URL utama yang konsisten. Masalah dapat muncul apabila konten yang sama dapat diakses melalui sejumlah alamat berbeda.

Misalnya:

  • https://contoh.com/cara-riset-keyword/
  • https://contoh.com/cara-riset-keyword/?ref=beranda
  • https://contoh.com/Cara-Riset-Keyword/

Ketiga alamat tersebut belum tentu diperlakukan identik dalam semua kondisi. Perbedaan huruf, parameter, dan konfigurasi server dapat menyebabkan Google menemukan variasi URL yang merujuk pada konten serupa.

Untuk mengurangi masalah tersebut, lakukan langkah berikut:

  1. Tetapkan URL utama yang ingin digunakan.
  2. Pastikan internal link mengarah ke URL yang konsisten.
  3. Periksa konfigurasi HTTPS dan domain, termasuk penggunaan www atau tanpa www.
  4. Gunakan canonical yang tepat ketika memang diperlukan.
  5. Hindari membuat variasi alamat tanpa tujuan yang jelas.

Canonical merupakan petunjuk kepada mesin pencari mengenai URL yang dianggap sebagai versi utama di antara halaman yang serupa.

Namun, canonical bukan pengganti pengalihan ketika suatu URL memang sudah dipindahkan secara permanen.

Untuk URL lama yang diganti, gunakan pengalihan permanen yang sesuai apabila halaman baru benar-benar menjadi penggantinya. Hal ini membantu pengunjung dan mesin pencari menuju alamat yang benar.

11. Jangan Mengubah URL Lama Tanpa Alasan yang Kuat

Mengubah slug artikel yang sudah diterbitkan memang memungkinkan, tetapi tindakan tersebut perlu dipertimbangkan secara matang. URL lama mungkin telah muncul di hasil pencarian, mendapatkan backlink, dibagikan melalui media sosial, atau digunakan dalam internal link.

Contohnya, artikel lama menggunakan:

https://contoh.com/riset-keyword/

Kemudian slug diubah menjadi:

https://contoh.com/cara-riset-keyword/

Jika alamat lama tidak lagi tersedia dan tidak diarahkan ke alamat baru, pengunjung dapat menemukan halaman 404.

Sebelum mengganti URL lama, lakukan langkah berikut:

  • Evaluasi apakah URL saat ini memang bermasalah.
  • Catat URL lama dan URL penggantinya.
  • Siapkan pengalihan permanen dari alamat lama ke alamat baru yang relevan.
  • Perbarui internal link yang masih menggunakan alamat lama.
  • Periksa sitemap XML jika website menggunakannya.
  • Uji URL baru dan URL lama setelah perubahan.

Jika URL lama sudah jelas dan berfungsi dengan baik, biasanya tidak perlu menggantinya hanya demi memasukkan satu kata tambahan.

Ketika terjadi perubahan alamat yang memang diperlukan, pastikan pengalihan tidak berantai. Idealnya, URL lama langsung diarahkan ke URL tujuan akhir, bukan melewati beberapa alamat perantara.

Untuk meminimalkan kesalahan tautan setelah perubahan tersebut, pelajari juga panduan cara mengatasi broken link.

Jangan Mengubah URL Lama Tanpa Alasan yang Kuat

12. Sesuaikan URL dengan Jenis Halaman

Tidak semua halaman website perlu menggunakan format URL yang sama persis. Halaman artikel, kategori, produk, layanan, dan halaman statis mempunyai fungsi yang berbeda.

Yang penting adalah setiap jenis halaman memiliki pola yang jelas dan konsisten.

Contohnya:

Jenis halamanContoh URL
Artikel/cara-riset-keyword/
Kategori/kategori/seo/
Layanan/jasa-seo/
Halaman profil/tentang-kami/
Produk/produk/nama-produk/

Contoh di atas hanya ilustrasi. Pada WordPress, struktur kategori dan produk dapat berbeda sesuai konfigurasi permalink serta plugin yang digunakan.

Cara menerapkannya:

  1. Identifikasi jenis halaman yang tersedia di website.
  2. Tentukan format URL untuk setiap jenis halaman.
  3. Pastikan format tersebut menggambarkan fungsi halaman.
  4. Hindari menempatkan semua jenis halaman ke dalam struktur yang membingungkan.
  5. Dokumentasikan pola URL agar penulis dan pengelola website menggunakannya secara konsisten.

Untuk website yang memiliki banyak artikel, konsistensi lebih penting daripada membuat struktur yang terlalu rumit.

Anda dapat mempelajari cara menyusun struktur artikel SEO yang efektif sebagai pelengkap dalam mengatur konten agar lebih terorganisasi.

13. Hubungkan URL dengan Internal Link dan Breadcrumb

Struktur URL tidak berdiri sendiri. Pengunjung juga perlu dapat berpindah dari satu halaman ke halaman lain dengan mudah.

Internal link membantu menghubungkan artikel yang membahas topik terkait. Breadcrumb membantu memperlihatkan posisi halaman dalam struktur website, misalnya:

Beranda → SEO → Riset Keyword

URL, internal link, navigasi, dan breadcrumb dapat saling mendukung dalam memberikan konteks mengenai hubungan antarkonten. Namun, semuanya mempunyai fungsi berbeda dan tidak harus menggunakan pola yang identik.

Berikut cara menerapkannya:

  1. Buat menu navigasi yang mewakili kategori utama.
  2. Tambahkan breadcrumb apabila sesuai dengan struktur website.
  3. Hubungkan artikel dengan konten terkait melalui internal link yang kontekstual.
  4. Gunakan anchor text yang menjelaskan isi halaman tujuan.
  5. Pastikan tautan tidak mengarah ke URL yang sudah tidak tersedia.

Sebagai contoh, artikel tentang struktur URL dapat menghubungkan pembaca ke artikel mengenai optimasi SEO On Page, riset keyword, dan teknik SEO lainnya apabila informasi tersebut benar-benar relevan.

Hindari menambahkan internal link hanya untuk memenuhi jumlah tertentu. Tautan harus memberikan manfaat bagi pembaca dan mengarah ke halaman yang sesuai dengan konteks pembahasan.

14. Periksa URL Menggunakan Google Search Console

Setelah struktur URL diterapkan, langkah selanjutnya adalah memeriksa apakah halaman dapat diakses dan berpeluang diindeks Google.

Google Search Console menyediakan fitur URL Inspection untuk memeriksa informasi pengindeksan URL tertentu.

Fitur ini berguna untuk mengetahui apakah Google sudah mengetahui halaman, status indeksnya, dan apakah tersedia masalah yang perlu ditindaklanjuti.

Periksa URL Menggunakan Google Search Console

Berikut langkah pemeriksaannya.

  • Buka Google Search Console dan pilih properti website yang benar.
  • Masukkan URL lengkap artikel pada kolom pemeriksaan URL.
  • Tunggu hasil pemeriksaan.
  • Periksa status pengindeksan yang ditampilkan.
  • Jika halaman belum diindeks, baca alasan yang diberikan.
  • Perbaiki masalah yang ditemukan, kemudian minta pengindeksan jika sesuai.

Perlu dipahami bahwa URL yang rapi tidak otomatis membuat halaman terindeks. Google tetap perlu dapat mengakses halaman, menemukan kontennya, dan menilai kelayakannya untuk diindeks.

Jika halaman tidak dapat dirayapi, terhalang oleh pengaturan teknis, atau memiliki masalah pengindeksan lain, perbaiki penyebabnya terlebih dahulu.

Untuk memahami proses penemuan halaman oleh mesin pencari, Anda dapat membaca penjelasan mengenai Web Crawler dan cara kerjanya.

Kesimpulan

Cara membuat struktur URL website yang mudah dipahami Google dimulai dengan menentukan format permalink yang konsisten, menggunakan slug yang singkat dan deskriptif, serta menyusun kategori berdasarkan kebutuhan konten.

Selanjutnya, hindari parameter yang tidak diperlukan, jangan mengganti URL lama tanpa perencanaan, dan pastikan setiap halaman penting dapat ditemukan melalui navigasi serta internal link yang relevan.

Untuk website WordPress, penggunaan permalink Post name dapat menjadi pilihan praktis bagi website artikel. Namun, struktur terbaik tetap bergantung pada jenis website, jumlah konten, dan kebutuhan pengelolaannya.

Ingat bahwa URL yang SEO friendly bukan jaminan peringkat tinggi.

Struktur yang baik membantu pengguna memahami alamat halaman dan membantu Google memproses website secara lebih teratur, sedangkan keberhasilan SEO tetap memerlukan konten yang bermanfaat, aksesibilitas teknis, dan optimasi yang menyeluruh.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang blogger yang mendalami dunia SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2012 hingga saat ini dan terus belajar memahami perkembangan logaritma yang terus di update oleh Google.

Tinggalkan komentar