Ternyata, tautan rusak (broken link) jauh lebih sering terjadi daripada yang Anda bayangkan bahkan di website besar sekalipun. Selain membuat user tidak nyaman, tautan rusak juga bisa berdampak buruk ke SEO.
Lewat panduan ini, Anda akan belajar apa itu tautan rusak, apa saja penyebabnya, bagaimana dampaknya ke SEO, dan tidak ketinggalan pula cara menemukan serta memperbaikinya.
Apa yang Dimaksud dengan Broken Link?

Broken link adalah tautan yang gagal dimuat. Atau, bisa juga halaman yang sudah dihapus atau tidak ditemukan dan akhirnya memunculkan error.
Apa penyebab tautan rusak? Yang paling sering terjadi:
- Tautan tidak dicek dengan teliti ketika halaman dibuat atau dipublikasikan.
- Halaman yang tadinya aktif ternyata sudah dipindahkan.
Apa Saja Jenis Broken Link?

Ada tiga jenis tautan rusak, yaitu:
1. Tautan Internal Rusak
Ini berarti tautan rusak di dalam website Anda (internal link). Sewaktu diklik, ekspektasinya mengarah ke satu halaman. Namun, yang muncul justru pesan “404 Not Found”.
2. Tautan Eksternal Rusak
Sementara itu, tautan eksternal rusak terjadi ketika website Anda menautkan ke halaman di domain lain yang sudah tidak aktif (external link).
Sebaiknya memang link keluar Anda cek secara berkala demi kenyamanan user. Akan tetapi, hal ini sebenarnya tidak memiliki dampak langsung dari sisi SEO.
3. Backlink Rusak
Jika ada website lain yang mengarahkan pengunjung ke halaman Anda yang sudah tidak bisa diakses, itu disebut backlink rusak.
Akibatnya, Anda bukan saja kehilangan potensi nilai link, tetapi juga peluang konversi karena pengunjung yang datang lewat tautan tersebut kemungkinan besar akan segera angkat kaki.
Mengapa Tautan Rusak Itu Buruk?

Tautan rusak berdampak buruk pada pengalaman user. Anda tentu paham betul bahwa pengalaman user merupakan bagian penting dari SEO.
Ibarat kata, Anda sudah berencana akan mengunjungi sebuah restoran baru sejak jauh-jauh hari. Sudah berdandan rapi, sudah menempuh jarak jauh, tetapi setibanya di tempat malah tutup.
Padahal, katanya buka. Kesal? Pasti. Dan besar kemungkinannya Anda enggan untuk kembali ke restoran tersebut.
Nah, pengalaman semacam inilah yang juga terjadi ketika pengguna klik tautan rusak.
Di sisi lain, Google mengandalkan tautan untuk menemukan halaman-halaman baru. Memang, ada juga cara lain seperti XML sitemap dan tautan dari situs lain. Namun, internal link (tautan internal) tetap jadi favorit Google.
Tahun 2014, John Mueller mengatakan :
“Jika Anda menemukan masalah seperti ini, saya sarankan perbaiki dulu untuk user, supaya mereka bisa mengakses website Anda dengan optimal. Saya pribadi tidak melihat ini sebagai kewajiban dari sisi SEO, melainkan bagian dari pemeliharaan rutin untuk user.”
Kesimpulannya, ini memang lebih ke isu user. Namun, kehilangan kepercayaan user adalah risiko yang tidak bisa Anda sepelekan. Yang John maksud Google cukup mampu mengatasi tautan rusak di website Anda, meski jumlahnya banyak sekalipun.
Bukan berarti membiarkannya adalah keputusan yang tepat. Google tetap peduli dengan kesan yang website Anda perlihatkan.
Maka dari itu, Google mau menampilkan hasil yang layak, alih-alih website yang sulit dinavigasi dan membuat user frustrasi.
Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Suatu Tautan Rusak?

Untuk website kecil, mencari tautan rusak masih bisa Anda kerjakan manual. Namun, apabila skalanya sudah mencapai ribuan, akan sangat merepotkan jika Anda harus mengecek satu per satu. Bisa memakan waktu lama, bahkan berminggu-minggu.
Karena itu, Anda butuh yang namanya broken link checker. Alat-alat ini dirancang khusus untuk mempermudah Anda cek broken link secara otomatis.
Berikut cara-caranya, beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing.
1. Ahrefs
Ahrefs menawarkan checker versi gratis yang cukup membantu. Hanya saja, mengingat checker ini ditawarkan secara cuma-cuma, Anda tidak bisa mengeksplorasi hasil atau melihat detail laporan sebelum berlangganan versi berbayarnya. Meski begitu, alat ini sudah lebih dari cukup untuk pengecekan kilat.
Lantas, bagaimana cara menemukan tautan rusak di Ahrefs? Ini dia langkah-langkahnya:
- Kunjungi https://ahrefs.com/broken-link-checker.
- Ketik nama domain lengkap Anda di kolom “Enter domain or URL” (misalnya: domain-saya.com).

- Klik tombol “Check broken links”.

- Ahrefs akan memproses dan mencari tautan rusak yang mengarah ke website Anda menggunakan data dari database backlink miliknya sendiri. Waktu pemindaian tergantung dari banyaknya link yang dimiliki, dari beberapa detik hingga satu menit.
- Setelah selesai, hasilnya akan muncul dalam label-label berikut.

| 1. | “Broken links on your site” | External link yang Anda sematkan di website Anda, namun sekarang sudah menuju ke URL yang tidak lagi aktif. |
| 2. | “Broken links to your site” | Website lain menautkan ke halaman di website Anda yang sudah hilang atau memunculkan pesan Error 404. |
| 3. | “Referring page” | Alamat URL dari halaman lain yang menampung tautan rusak tersebut, bisa dari website Anda sendiri atau dari luar. |
| 4. | “Int.” | Informasi apakah tautan rusak tersebut berasal dari halaman di domain milik Anda. |
| 5. | “Ext.” | Informasi apakah tautan rusak tersebut berasal dari domain luar. |
| 6. | “Anchor and backlink” | Menunjukkan teks tautan (anchor text) dan URL backlink yang digunakan. |
2. SEMrush
Berbeda dengan Ahrefs, checker tautan rusak di SEMrush merupakan bagian dari fitur Site Audit. Oleh karena itu, Anda wajib daftar dulu, biarpun untuk akses versi gratis atau trial-nya. Pelajari Juga : 9+ Langkah Penting Melakukan Website Audit dengan Baik
Anda bisa mengaudit hingga 100 halaman di paket gratis, lumayan untuk website kecil. Jika Anda mau mengaudit skala besar, upgrade ke versi berbayar dapat Anda pertimbangkan lantaran bisa menjangkau lebih dari 100.000 halaman.
Nah, begini cara cek tautan rusak menggunakan Site Audit di SEMrush:
- Sesudah daftar akun di SEMrush, buka bagian “Site Audit” lewat sidebar kiri.

- Ketik domain Anda di kolom “Enter domain” (contoh: Jokowa.id), lalu klik “Start SEO Audit”.
- Di jendela pop up yang muncul, cukup atur bagian jadwal saja (audit mau dijalankan sekali, harian, atau mingguan). Anda juga bisa memilih apakah mau dikirimi email hasil audit atau tidak. Jika sudah siap, klik “Start audit”.
- Tunggu sampai proses crawling selesai.
- Setelah itu, klik angka persentase yang muncul di tab “Internal Linking”. Anda akan diarahkan ke halaman baru untuk meninjau laporan selengkapnya.

- Fitur laporan ini cukup lengkap, ada “Pages Crawl Depth” dan “Internal Link Distribution” juga. Namun, fokus Anda adalah bagian tautan rusak. Cari di pojok kanan atas, tertulis “Internal Link Issues”. Tinggal klik tombol yang menunjukkan jumlah masalah, dan Anda akan langsung diarahkan ke detailnya.

- Di situ akan terlihat halaman yang memuat tautan rusak dan halaman mana yang error. Jika jumlahnya banyak, Anda bisa download datanya agar lebih mudah dipantau.

3. Dead Link Checker
Dead Link Checker ini tool yang simpel tetapi cukup bisa diandalkan, khususnya jika Anda ingin scan cepat dan gratis untuk mendeteksi tautan rusak (internal maupun eksternal).
Bisa langsung Anda pakai tanpa login, tampilan minimalis, dan paling cocok untuk website kecil (sekitar 300 halaman ke bawah).
Untuk situs besar, cenderung lambat atau timeout di tengah jalan. Dan jika Anda butuh fitur lanjutan seperti filter atau histori performa SEO, tool ini bukan pilihan terbaik.
Kalau Anda oke saja, berikut cara pakainya:
- Kunjungi www.deadlinkchecker.com.
- Ketik nama domain Anda di kolom yang tersedia, contoh: www.jokowa.id, lalu klik tombol “Check”.

- Akan muncul kode verifikasi. Masukkan kode tersebut dengan benar, lalu tekan “Enter” di keyboard. Proses scan akan dimulai dan progress-nya akan terlihat.
- Begitu scan selesai, akan muncul tabel berisi semua tautan rusak. Scroll ke bawah untuk melihat semuanya.

Bagaimana Cara Memperbaiki Tautan Rusak?

Menemukan tautan rusak baru setengah dari perjalanan. Sisanya adalah bagaimana cara Anda memperbaikinya. Berikut panduan lengkapnya.
1. Edit atau Update Tautan di Konten
Salah satu cara tercepat untuk memperbaiki tautan rusak adalah dengan langsung mengedit di konten. Cara ini efektif jika link yang bermasalah ada di:
- Postingan blog
- Landing page
- Deksripsi produk
- Konten teks lainnya di website Anda
Ada beberapa pilihan yang dapat Anda coba, tergantung kasusnya:
- Halaman yang ditaut bisa jadi hanya pindah tempat. Jika demikian, tinggal update ke URL yang baru.
- Jika halaman aslinya hilang dan tidak ada penggantinya, cari sumber lain yang relevan.
- Jika link tersebut sudah tidak penting, lebih baik hapus saja.
2. Gunakan 301 Redirect
Jika tautan rusak berasal dari halaman yang sudah dipindahkan di website Anda, solusi paling tepat adalah dengan menggunakan 301 Redirect.
Ini jenis pengalihan permanen yang memberi tahu user dan Google bahwa halaman lama sekarang tersedia di URL baru.
Alternatif ini sendiri ideal ketika Anda menghapus atau merombak halaman, tapi masih ingin menjaga traffic dan nilai SEO dari tautan lama.
Untuk menerapkan 301 Redirect, langkahnya tergantung platform dari website Anda:
- Di WordPress, cukup manfaatkan plugin seperti Redirection.
- Jika website Anda ada di server Apache, Anda bisa langsung edit file .htaccess untuk atur redirect.
- Apabila server berupa Nginx atau jenis lain, redirect diatur lewat file konfigurasi masing-masing server.
3. Pulihkan Halaman yang Sudah Dihapus
Alih-alih menghapus tautan atau mengarahkan ke halaman lain, Anda juga bisa mengembalikan halaman aslinya.
Cara ini bagus untuk menjaga performa SEO, apalagi jika halaman tersebut masih memperoleh backlink dari luar atau masih dikunjungi user.
Cek dulu apakah Anda punya backup dari halaman tersebut, bisa dari CMS, penyedia hosting, atau sistem version control.
Setelah itu, pastikan halaman dipublikasikan ulang di URL yang sama. Dengan begitu, semua link yang sempat rusak akan otomatis aktif kembali tanpa perlu Anda redirect.
4. Buat Halaman 404 Custom
Seandainya tidak ada opsi untuk memperbaiki atau mengarahkan ulang tautan yang rusak, halaman 404 custom dapat menyelamatkan pengalaman user.
Halaman 404 bawaan umumnya cenderung membosankan dan tidak informatif. Sebaliknya, versi custom dapat Anda atur supaya lebih user friendly.
Desain halaman 404 yang baik harus menyampaikan pesan dengan jelas, sekaligus menyediakan navigasi yang memudahkan, misalnya tautan ke konten populer, kategori utama, atau kotak pencarian.
Selain itu, bisa juga Anda tambahkan formulir kontak atau tombol ke beranda agar user tetap betah.
5. Serahkan ke Ahlinya
Pusing sendiri mengurus SEO dan tautan rusak? Jasa SEO jokowa.id hadir untuk Anda. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, kami sanggup menangani dari perbaikan link rusak sampai audit website menyeluruh.
Mulai dari Rp2,9 juta per bulan, Anda bisa memilih paket yang sesuai: Basic, Premium, atau Pro.
Selain itu, kami juga melayani riset keyword, pembuatan konten SEO-friendly, dan optimasi website. Semua dijalankan dengan strategi organik yang terukur dan terbukti.
Nah, itulah penjelasan seputar broken link dan berbagai cara mendeteksi serta mengatasinya yang dapat Anda coba.
Sekarang waktunya praktik dengan bersih-bersih isi website, dorong performa SEO, dan bikin pengunjung betah. Dan kalau Anda butuh bantuan, jokowa.id siap mendampingi kapan pun.
Baca Juga : Takut Kena Pinalti, Pelajari 10 Tips Mencegah Deindex Google Berikut Ini






