Cara Instalasi Sertifikat SSL Gratis Di Cpanel, Mudah dan Cepat

Joko Warino

Cara Instalasi Sertifikat SSL Gratis Di Cpanel, Mudah dan Cepat

Cara setting SSL masih banyak dicari oleh pemilik website. Meski telah sepenuhnya tergantikan oleh Transport Layer Security (TLS), istilah SSL masih kerap dipakai hingga saat ini. Keduanya memiliki fungsi yang sama.

Di bawah ini terdapat informasi lengkap mengenai definisi SSL, cara kerja, fungsi, macam-macam, hingga cara setting SSL di Cpanel. Untuk itu, simak dengan baik setiap paragraf penjelasan berikut agar lebih memahaminya!

Definisi SSL

SSL berasal dari singkatan Secure Sockets Layer. Istilah tersebut merujuk pada protokol keamanan khusus yang mampu mengenkripsi komunikasi yang terjadi antara pengguna dengan server internet.

Tujuan utama penggunaan SSL yakni menjaga integritas dan kerahasiaan data pengguna agar tidak timbul risiko penyalahgunaan data oleh pihak ketiga. Keberadaan SSL tergolong krusial karena fungsinya yang berkaitan dengan kerahasiaan data pengguna internet.

Dengan adanya SSL, jalur komunikasi antara pengguna dan server menjadi lebih aman. Kerahasiaan data-data vital lebih terjaga. Misalnya saja informasi login, alamat, nama lengkap, hingga nomor kartu kredit milik pengguna internet.

Sebuah website yang menggunakan SSL maupun TSL umumnya memiliki tanda tersendiri. Pertama, terdapat simbol bergambar gembok pada kolom URL. Kedua, memakai kode HTTPS bukan HTTP.

Cara Kerja dari SSL

Lalu bagaimana cara setting SSL? Sebelum mengetahuinya, alangkah lebih baik untuk memahami cara kerja SSL terlebih dahulu. Secara sederhana, SSL bekerja dengan cara mengunci kunci kriptografi.

Dengan begitu, data akan terenkripsi dengan optimal selama proses transfer berlangsung. Secara otomatis, pihak ketiga tidak akan mampu masuk dan melakukan pencurian data-data vital milik pengguna internet.

Fungsi dari SSL

Pada dasarnya, fungsi SSL tidak hanya berguna untuk melindungi data pengguna internet saja. Masih ada fungsi-fungsi lainnya. Website yang tidak memakai SSL lebih rentan terhadap aksi pencurian data.

1. Melindungi Data Vital

Fungsi utama dari SSL atau TLS yakni melindungi data vital dan informasi penting milik pengguna. Ketika pengguna mengakses situs web tertentu, penting untuk mengetahui ada atau tidaknya SSL pada situs tersebut.

Langkah memeriksa SSL wajib dilakukan oleh pengguna internet sebelum mengirimkan data-data vital ke server. Misalnya ketika pengguna mengisi formulir login, melakukan transaksi keuangan, dan beberapa aktivitas serupa.

2. Menonjolkan Sisi Profesional

Mengapa cara setting SSL penting menjadi pengetahuan dasar bagi pemilik website?

Saat ini, banyak pengguna internet yang lebih melek terhadap perkembangan teknologi. Sertifikat SSL menjadi salah satu bukti jaminan dari pemilik website.

Tidak hanya berfungsi untuk mengamankan data pengguna, SSL juga menunjukkan sisi profesional pemilik website. Keberadaan SSL secara langsung menunjukkan bahwa situs tersebut lebih aman dan terpercaya.

3. Memaksimalkan SEO

Memaksimalkan SEO

Google dan mesin pencari lainnya telah resmi menyatakan bahwa kriteria website yang muncul pada peringkat teratas pencarian harus memakai SSL. Artinya, Google lebih cenderung menampilkan website yang memiliki SSL kepada pengguna internet.

Dengan demikian, situs yang mempunyai SSL memiliki peluang yang lebih tinggi untuk menempati posisi teratas hasil pencarian. Google menerapkan kriteria ini sebagai bentuk komitmen untuk mendukung internet yang lebih aman.

4. Ikut Mematuhi Peraturan Transaksi di Situs Internet

Cara setting SSL sebenarnya tidak terlalu sulit. Langkah ini penting dilakukan oleh pemilik website agar menjamin keamanan data pengguna internet yang mengunjungi website miliknya.

SSL menjadi salah satu protokol penting yang menjamin komunikasi antara pengguna dan server. Seiring berkembangnya teknologi, internet menjadi wadah untuk melakukan berbagai tujuan yang memerlukan data vital. Misalnya saja layanan e-commerce hingga perbankan.

Macam-Macam Sertifikat SSL

Selain mengetahui cara setting SSL, pemilik website perlu memahami macam-macam SSL berdasarkan jumlah domain dan subdomainnya. Beberapa macam SSL di bawah ini menawarkan tingkat keamanan yang serupa.

1. Single Domain

Sesuai dengan namanya, sertifikat SSL jenis single domain hanya melindungi satu domain yang tercantum dalam Certificate Signing Request (CSR). Oleh karena itu, SSL ini tidak mampu mengamankan subdomain yang berkaitan dengan situs tersebut.

Jenis SSL ini umumnya memiliki harga jual yang cukup murah. Kekurangannya, pemilik website memerlukan waktu yang cukup lama untuk menginstal SSL ini. Terlebih ketika pemilik SSL memiliki beberapa domain yang jumlahnya lebih dari satu.

2. Wildcard

Contoh SSL yang kedua yakni sertifikat SSL wildcard. SSL jenis ini memberikan perlindungan untuk satu domain dan subdomain yang tidak terbatas. Perlu menjadi catatan, subdomain tersebut harus berkaitan dengan domain.

Wildcard SSL hanya bisa mencakup subdomain di tingkatan pertama saja. Subdomain yang berada pada tingkatan selanjutnya tidak tergolong dalam cakupan SSL wildcard. Dari segi harga, SSL jenis ini memiliki harga jual yang lebih tinggi dari single domain.

3. Multi Domain

SSL multi domain mampu melindungi beberapa domain meski tidak terikat satu sama lain. Jenis (Secure Sockets Layer) SSL ini juga bisa melindungi subdomain website dalam jumlah banyak, antara 100 hingga 250 website.

Salah satu kelemahan SSL ini ialah pengaruhnya terhadap performa website. Semakin banyak jumlah domain yang ada pada SSL, ukuran website juga ikut bertambah. Hal ini dapat menyebabkan website menjadi lambat dari sebelumnya.

4. Unified Communications Certificates

Sebenarnya, unified communications certificate merupakan seri lama dari SSL multi domain. SSL jenis ini diperuntukkan untuk website yang dihosting melalui server Live Communications dan Microsoft Exchange.

SSL unified communications certificate memiliki pengaturan khusus yang membuatnya berfungsi lebih maksimal untuk mengamankan server Microsoft Exchange. Meski begitu, UCC tetap berfungsi untuk platform lain selain Microsoft.

Macam-Macam SSL Validation Level

Macam-Macam SSL Validation Level

Dari segi tingkat validasinya, SSL memiliki 3 jenis yang berbeda. Meliputi domain validation, organization validation, hingga extended validation. Semakin ketat rangkaian pengecekannya, makan semakin aman bagi pengguna internet.

1. Domain Validated (DV) Certificate

Cara setting SSL yang terbilang mudah perlu diimbangi dengan pengetahuan tentang tingkatan SSL. Jenis SSL yang pertama yakni domain valid certificate. Di level ini, pemilik website hanya perlu menunjukkan bukti kepemilikan domain kepada CA.

Baik menggunakan panggilan telepon, email, maupun mengubah data DNS yang sudah ada. Pemilik website tidak perlu mengirimkan dokumentasi dalam bentuk apapun ketika menginstal sertifikat SSL jenis ini.

2. Organization Validated (OV) Certificate

Sedikit berbeda dengan domain validated, organization validated memiliki rangkaian pengecekan yang lebih ketat. Tidak hanya memeriksa kevalidan domain, CA nantinya akan memeriksa data dari pihak yang mengajukan permohonan.

Proses pendaftaran organization validated memerlukan tambahan beberapa dokumentasi. Misalnya saja alamat fisik, nama bisnis, nomor telepon, hingga status hukum bisnis kepada CA. Butuh sekitar 3 hari untuk melakukan prosesnya.

3. Extend Validated (EV) Certificate

Di tingkatan paling tinggi, terdapat extend validated certificate. Rangkain proses validasinya lebih rinci dan mendalam. CA dapat menghubungi pemohon untuk mengonfirmasi dokumentasi yang telah diserahkan.

Prosesnya juga memerlukan waktu yang cukup panjang. Bahkan, bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu. Oleh karena itu, sertifikat SSL ini memiliki tingkat kredibel yang paling tinggi.

Cara Setting SSL di Cpanel

Cara install SSL relatif mudah untuk dilakukan, terlebih ketika penyedia hosting telah menyediakan sertifikat SSL gratis. Untuk itu, setting SSL tidak akan memakan waktu yang lama.

1. Login

Cara Setting SSL di Cpanel

Untuk memulainya, pemilik website perlu masuk ke akun cPanel miliknya melalui browser.

Pemilik website dapat mengakses akun cPanel menggunakan tautan khusus dari penyedia hosting. Terdapat perintah khusus untuk memasukkan username dan password.

Dengan adanya cPanel, proses kontrol berbagai fitur dan konfigurasi website menjadi lebih mudah. Selain berguna untuk mengatur keamanan, pemilik website bisa melakukan pengelolaan file lainnya ketika mengakses cPanel.

Langkah untuk login ke akun cPanel dapat dilakukan dengan mengetikkan (namadomain/cpanel). Pemilik website perlu mengetiknya pada bar URL di mesin pencari. Secara otomatis, browser akan mengarahkan ke halaman cPanel tujuan.

2. Pilih Let’s Encrypt™ SSL

Pilih Let's Encrypt™ SSL

Cara setting SSL selanjutnya yakni dengan mencari dan memilih menu SSL. Fitur ini berguna untuk mengelola dan menginstal SSL pada domain.

Menariknya, terdapat beberapa hosting yang menyediakan fitur Auto SSL atau Let’s Encrypt™ SSL sehingga SSL dapat aktif secara mudah dan otomatis.

Jika terdapat fitur Let’s Encrypt™ SSL, pemilik website tidak perlu mengunggah SSL secara manual.

Meski begitu, ketersediaan SSL bergantung dengan penyedia hosting. Setiap penyedia hosting memiliki ketentuan yang relatif berbeda-beda.

3. Pilih Website

cara setting SSL

Langkah yang ketiga dari cara setting SSL tentu saja memilih website atau domain yang akan diamankan.

Umunya daftar domain akan tersedia dalam satu hosting sehingga pemilik website hanya perlu masuk ke bagian “Issue a new certificate”.

Pilih beberapa domain maupun subdomain yang membutuhkan pemasangan SSL dan klik “Issue”. Selanjutnya, pemilik website dapat lanjut ke proses pemasangan SSL. Tahapannya relatif mudah dan sederhana.

4. Validasi SSL

Validasi SSL

Tahapan keempat dari cara setting SSL berkaitan dengan validasi SSL. Bila menggunakan Let’s Encrypt™ SSL, pilih metode “http-01” dan klik “Issue”.

Tunggu proses selesai. Sementara jika menggunakan SSL dari pihak ketiga, pemilih website perlu mengisikan beberapa data.

Meliputi private key, certificate, hingga certificate authority bundle. Setelah mengisi data tersebut, pemilik website bisa melanjutkan ke proses penginstalan. Butuh ketelitian untuk menginstal SSL.

5. Proses Berhasil

Ketika seluruh prosesnya berhasil dan data SSl sesuai, pemilik website akan menerima notifikasi bahwa instalasi SSl telah selesai dan berhasil. Dengan begitu, keamanan website telah terlindungi dengan SSL.

Tanda sederhana yakni terdapat ikon gembok di browser. Langkah ini menjadi tahapan terakhir dari cara setting SSL. Koneksi website menjadi lebih aman dan terlindungi dengan adanya (Secure Sockets Layer) SSL.

Jika pemilik website mengalami kendala tertentu, pastikan untuk memeriksa setiap tahapan setting SSL.

Keberadaan SSL pada suatu website memiliki durasi tertentu. Ketika durasi tersebut telah terlewati, pemilik website perlu melakukan set up ulang.

Penutup

Itulah langkah-langkah untuk melakukan setting SSL di cPanel. Meski berbeda dengan cara setting SSL di Ubuntu, kedua langkah ini memiliki tujuan yang sama. Keberadaan SSL yang terlihat sepele memiliki dampak yang besar terhadap pengamanan data pengguna internet.

Keamanan data perlu mendapatkan perhatian secara khusus karena saat ini banyak tindak kejahatan yang memanfaatkan kelengahan pengguna internet dan pemilik website. Tanpa sadar, tindakan ini ikut menjamin perkembangan internet di masa mendatang.

Baca Juga : Cara Setting Domain di Cloudflare, Website jadi Cepat & Bebas Error

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang blogger yang mendalami dunia SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2012 hingga saat ini dan terus belajar memahami perkembangan logaritma yang terus di update oleh Google.

Tinggalkan komentar