Database merupakan salah satu komponen penting dalam website WordPress. Hampir seluruh informasi website disimpan di dalam database, mulai dari artikel, halaman, komentar, data pengguna, pengaturan WordPress, konfigurasi plugin, hingga berbagai data sementara.
Semakin lama sebuah website digunakan, ukuran database biasanya akan semakin bertambah.
Website yang sudah memiliki ratusan artikel, banyak komentar, sering melakukan pengeditan konten, serta menggunakan banyak plugin berpotensi memiliki database yang jauh lebih besar dibandingkan website yang masih baru.
Database yang besar sebenarnya tidak selalu menjadi masalah. Yang perlu diperhatikan adalah ketika database mulai dipenuhi data yang sudah tidak digunakan.
Revisi artikel yang terlalu banyak, komentar spam, transient kedaluwarsa, metadata yang tidak memiliki hubungan, serta tabel dari plugin lama dapat membuat database terus membengkak.
Database yang terlalu besar juga dapat membuat proses backup membutuhkan waktu lebih lama dan menggunakan ruang penyimpanan lebih banyak.
Dalam kondisi tertentu, database yang tidak terawat juga dapat berkontribusi terhadap penggunaan resource server yang lebih tinggi.
Karena itu, membersihkan database WordPress secara berkala merupakan bagian dari pemeliharaan website.
Namun, proses ini harus dilakukan dengan hati-hati karena database menyimpan informasi penting yang dibutuhkan WordPress untuk menjalankan website.
Apa Penyebab Database WordPress Membengkak?
Sebelum melakukan pembersihan, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu apa yang menyebabkan database menjadi besar.
Salah satu penyebab yang paling umum adalah revisi artikel.
Setiap kali artikel atau halaman diedit dan disimpan, WordPress dapat membuat revisi baru. Jika sebuah artikel telah diedit puluhan kali, database dapat menyimpan banyak versi lama dari artikel tersebut.
Selain revisi, komentar spam juga dapat menjadi sumber data yang tidak diperlukan. Website yang menerima banyak komentar spam dapat memiliki ribuan komentar yang akhirnya memenuhi database jika tidak dibersihkan secara rutin.
Penyebab lainnya adalah transient. WordPress dan plugin tertentu menggunakan transient untuk menyimpan data sementara.
Data ini memang memiliki fungsi, tetapi transient yang sudah kedaluwarsa dapat menumpuk apabila tidak dibersihkan dengan baik.
Plugin juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Plugin dapat membuat tabel dan menyimpan berbagai data di database.
Ketika plugin sudah dihapus, tidak semua plugin otomatis membersihkan seluruh data yang pernah dibuat.
Penyebab Database Membengkak
| Penyebab | Dampak pada Database |
|---|---|
| Revisi artikel | Banyak versi lama tersimpan |
| Komentar spam | Data komentar terus bertambah |
| Transient | Data sementara dapat menumpuk |
| Plugin | Dapat membuat tabel dan data tambahan |
| Metadata | Data yang tidak lagi berhubungan dapat tertinggal |
| Draft & data sementara | Menambah data yang tidak selalu diperlukan |
Karena itu, ukuran database tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah artikel.
Struktur website, jumlah plugin, aktivitas pengguna, komentar, revisi, log, dan data sementara juga dapat memengaruhinya.
Cara Membersihkan Database WordPress yang Membengkak
Berikut beberapa hal yang harus dilakukan untuk bisa membersihkan database wordpress yang membengkak :
1. Langkah Pertama Wajib Backup Database
Sebelum membersihkan database, buat backup terlebih dahulu.

Ini merupakan langkah yang tidak boleh dilewati. Membersihkan database berarti melakukan perubahan terhadap data yang digunakan website. Jika terjadi kesalahan saat menghapus data, website dapat mengalami error atau kehilangan informasi penting.
Jika menggunakan cPanel, salah satu cara melakukan backup adalah melalui phpMyAdmin.
Masuk ke cPanel kemudian buka phpMyAdmin. Setelah itu pilih database yang digunakan oleh website WordPress.
Klik menu Export, kemudian pilih metode yang sesuai. Untuk backup sederhana, Anda dapat menggunakan metode Quick dan format SQL. Setelah itu klik Export atau Go.

Simpan file .sql di komputer atau lokasi penyimpanan lain yang aman.
Jika Anda ingin memahami proses backup WordPress secara lebih lengkap, Anda juga dapat membaca Panduan Lengkap Backup Website di WordPress: Cepat & Efisien.
Jangan langsung menghapus database hanya karena proses yang akan dilakukan terlihat sederhana. Kesalahan memilih tabel atau menjalankan query SQL yang salah dapat menyebabkan data website bermasalah.
2. Cara Mengetahui Database WordPress yang Digunakan
Jika dalam satu akun hosting terdapat beberapa website atau database, pastikan Anda memilih database yang benar.
Nama database WordPress dapat dilihat melalui file wp-config.php.
Buka File Manager melalui cPanel dan masuk ke folder instalasi WordPress. Pada instalasi standar, file tersebut biasanya berada di dalam folder public_html.
Cari file:
wp-config.php
Kemudian buka atau edit file tersebut dan cari bagian:
define( 'DB_NAME', 'nama_database' );Nama yang berada di bagian nama_database merupakan database yang digunakan oleh WordPress.
Sebagai contoh:
define( 'DB_NAME', 'username_wp123' );Artinya database WordPress yang digunakan adalah username_wp123.
Jangan mengubah isi file tersebut apabila tujuan Anda hanya ingin mengetahui nama database. Cukup catat nama database dan buka database tersebut melalui phpMyAdmin.
3. Cara Mengetahui Tabel Database yang Paling Besar
Setelah mengetahui database yang digunakan, buka database tersebut melalui phpMyAdmin.
Anda akan melihat daftar tabel WordPress beserta ukuran masing-masing tabel.
Beberapa tabel yang umum ditemukan antara lain:
wp_postswp_postmetawp_optionswp_commentswp_commentmetawp_termswp_termmetawp_term_relationshipswp_term_taxonomy
Fungsi Tabel Database WordPress
| Tabel | Data yang Umumnya Berkaitan |
|---|---|
wp_posts | Artikel, halaman, dan revisi |
wp_postmeta | Metadata post |
wp_options | Pengaturan dan opsi WordPress |
wp_comments | Komentar |
wp_commentmeta | Metadata komentar |
wp_terms | Kategori, tag, dan taxonomy |
wp_termmeta | Metadata taxonomy |
wp_term_relationships | Relasi konten dengan taxonomy |
wp_term_taxonomy | Informasi taxonomy |
Perlu diketahui bahwa tidak semua website menggunakan prefix wp_. Prefix dapat berbeda tergantung konfigurasi ketika WordPress diinstal.
Perhatikan kolom Size atau Ukuran untuk mengetahui tabel yang paling banyak menggunakan ruang.

Tabel wp_posts dapat menjadi besar karena menyimpan berbagai jenis post, termasuk revisi.
Sementara wp_postmeta dapat berkembang cukup besar apabila website menggunakan banyak plugin atau memiliki banyak metadata.
Jika Anda ingin melakukan optimasi database lebih mendalam, Anda juga dapat membaca Cara Mengoptimalkan Database MySQL di Hosting Agar Website Lebih Cepat karena pembahasannya masih sangat berkaitan dengan pemeriksaan dan optimasi database.
4. Cara Membersihkan Revisi Artikel WordPress
Revisi merupakan salah satu data yang sering membuat database WordPress membengkak.
Sebagai contoh, Anda memiliki sebuah artikel yang sudah diedit sebanyak 50 kali.
Jika seluruh revisi disimpan, database dapat memiliki banyak versi artikel yang sebenarnya sudah tidak diperlukan.

Cara yang lebih mudah untuk membersihkan revisi adalah menggunakan plugin optimasi database.
Setelah plugin terpasang dan aktif, cari fitur yang berkaitan dengan:
Post Revisions
atau:
Revisions
Biasanya plugin akan menampilkan jumlah revisi yang dapat dihapus.
Pastikan backup database sudah tersedia sebelum menjalankan proses tersebut.
Setelah yakin, jalankan pembersihan revisi. Data revisi lama akan dihapus dan ukuran database dapat berkurang.
Selain menghapus revisi lama, Anda juga dapat membatasi jumlah revisi yang disimpan WordPress.
Buka file wp-config.php, kemudian tambahkan:
define('WP_POST_REVISIONS', 5);Dengan konfigurasi tersebut, WordPress akan menyimpan maksimal lima revisi untuk setiap artikel.

Anda dapat menyesuaikan angka tersebut dengan kebutuhan. Jangan mengaturnya terlalu rendah apabila Anda sering melakukan pengeditan dan membutuhkan beberapa versi artikel sebelumnya.
5. Cara Membersihkan Komentar Spam
Komentar spam dapat menumpuk cukup banyak pada website yang membuka fitur komentar.
Untuk membersihkannya, masuk ke dashboard WordPress kemudian pilih:
Komentar → Spam

Periksa terlebih dahulu daftar komentar tersebut. Jika seluruhnya memang spam, gunakan opsi Kosongkan Spam.
Langkah ini akan menghapus komentar spam yang tersimpan di WordPress.
Selain spam, periksa juga bagian:
Komentar → Sampah
Komentar yang sudah dipindahkan ke Trash masih dapat tersimpan sampai benar-benar dihapus.
Pilih komentar yang memang sudah tidak diperlukan kemudian hapus secara permanen.

Jika website mendapatkan spam dalam jumlah besar, sebaiknya gunakan sistem perlindungan spam agar jumlah data yang masuk ke database dapat dikurangi sejak awal.
6. Membersihkan Transient yang Sudah Kedaluwarsa
Transient merupakan data sementara yang digunakan WordPress atau plugin untuk menyimpan informasi dalam jangka waktu tertentu.
Transient sebenarnya memiliki fungsi penting. Data sementara tersebut dapat membantu mengurangi proses yang harus dilakukan berulang kali.
Masalah muncul ketika transient yang sudah kedaluwarsa tetap menumpuk di database.
Plugin optimasi database biasanya menyediakan fitur seperti:
Expired Transients
atau:
Delete Expired Transients

Gunakan fitur tersebut untuk membersihkan transient yang sudah tidak berlaku.
Jangan sembarangan menghapus transient yang masih aktif hanya karena ingin mengecilkan database. Fokus pada data yang memang sudah kedaluwarsa.
7. Membersihkan Orphaned Metadata
Orphaned metadata merupakan metadata yang sudah tidak memiliki hubungan dengan data utamanya.
Contohnya, sebuah artikel sudah dihapus tetapi metadata tertentu masih tertinggal di tabel wp_postmeta.
Data semacam ini dapat muncul terutama pada website yang sudah lama digunakan dan sering melakukan perubahan konten.
Plugin optimasi database tertentu menyediakan fitur untuk mendeteksi dan membersihkan:
- Orphaned post meta
- Orphaned comment meta
- Orphaned term meta
- Metadata tanpa relasi
Namun, fitur ini harus digunakan dengan hati-hati.
Jangan menghapus metadata hanya berdasarkan nama yang terlihat tidak penting. Pastikan data tersebut memang sudah tidak memiliki hubungan dengan konten atau fitur website.
Jika Anda tidak yakin, lebih baik tidak menghapusnya.
8. Membersihkan Draft dan Auto-Draft
WordPress dapat menyimpan draft artikel yang belum pernah diterbitkan.
Jika website dikelola selama bertahun-tahun, jumlah draft dapat bertambah tanpa disadari.
Masuk ke:
Pos → Semua Pos
Kemudian filter berdasarkan status Draft.

Periksa artikel yang masih diperlukan dan artikel yang sudah tidak akan diterbitkan.
Jika terdapat draft lama yang memang sudah tidak digunakan, Anda dapat menghapusnya.
Selain draft biasa, WordPress juga dapat menyimpan auto-draft. Data ini biasanya dibuat ketika pengguna mulai membuat artikel tetapi tidak melanjutkan prosesnya.
Auto-draft yang sudah tidak diperlukan dapat dibersihkan menggunakan plugin optimasi database.
9. Hapus Plugin yang Sudah Tidak Digunakan
Plugin bukan hanya menggunakan file di server. Banyak plugin juga membuat data di database.
Karena itu, semakin banyak plugin yang dipasang, semakin banyak pula kemungkinan data database yang dibuat.
Buka:
Plugin → Plugin Terpasang

Periksa plugin yang sudah tidak digunakan.
Jika memang tidak dibutuhkan, nonaktifkan terlebih dahulu dan pastikan website tetap berjalan normal. Setelah itu, plugin dapat dihapus.
Namun, perlu diperhatikan bahwa menghapus plugin tidak selalu berarti seluruh data plugin ikut terhapus.
Sebagian plugin menyediakan pilihan untuk menghapus data ketika plugin di-uninstall. Plugin lain mungkin meninggalkan tabel database.
Jangan langsung menghapus tabel yang terlihat seperti tabel plugin tanpa mengetahui fungsi sebenarnya.
10. Cara Membersihkan Database Menggunakan Plugin
Bagi pengguna yang tidak memahami SQL, plugin optimasi database merupakan pilihan yang lebih praktis.
Plugin database optimizer biasanya menyediakan beberapa pilihan pembersihan dalam satu halaman.
Fitur yang mungkin tersedia antara lain:
- Menghapus revisi
- Menghapus auto-draft
- Menghapus draft lama
- Membersihkan komentar spam
- Menghapus komentar Trash
- Membersihkan transient kedaluwarsa
- Menghapus metadata tertentu
- Membersihkan database overhead
- Melakukan optimasi tabel
Jangan langsung mencentang seluruh pilihan.
Baca terlebih dahulu fungsi masing-masing opsi. Pilih data yang memang sudah tidak diperlukan.
Saya menyarankan proses dilakukan bertahap. Mulailah dari data yang paling aman untuk dihapus seperti spam, komentar Trash, revisi lama, dan transient kedaluwarsa.
Setelah selesai, periksa website.
11. Cara Membersihkan Database Melalui phpMyAdmin
Pengguna yang memahami SQL dapat melakukan pemeriksaan database secara langsung melalui phpMyAdmin.
Sebagai contoh, untuk mengetahui jumlah revisi artikel, gunakan:
SELECT COUNT(*)
FROM wp_posts
WHERE post_type = 'revision';
Jika prefix database Anda bukan wp_, sesuaikan nama tabel.
Untuk menghapus revisi, salah satu query yang dapat digunakan adalah:
DELETE FROM wp_posts
WHERE post_type = 'revision';Namun, cara ini membutuhkan perhatian lebih besar.
Jangan menjalankan query DELETE pada website produksi tanpa backup database dan pemahaman yang cukup.
Query SQL yang salah dapat menghapus data yang seharusnya masih digunakan.
Untuk pengguna pemula, menggunakan plugin database optimizer biasanya lebih aman karena proses pembersihan dapat dilakukan melalui antarmuka WordPress.
12. Mengecek Database Overhead
Selain melihat ukuran tabel, Anda juga dapat memeriksa apakah terdapat overhead pada tabel database melalui phpMyAdmin.
Overhead dapat muncul setelah data pada tabel sering ditambahkan, diubah, atau dihapus.
Jika phpMyAdmin menunjukkan adanya overhead dan menyediakan opsi Optimize table, Anda dapat menggunakan fitur tersebut.
Caranya cukup memilih tabel yang ingin dioptimasi kemudian pilih:

Optimasi tabel berbeda dengan menghapus data.
Tujuannya adalah membantu merapikan penggunaan ruang penyimpanan tabel setelah terjadi berbagai perubahan data.
Tetap perhatikan kondisi server ketika melakukan optimasi. Pada database yang besar, proses tertentu dapat menggunakan resource dan memengaruhi kinerja website untuk sementara.
13. Membersihkan Tabel Plugin Lama
Tabel plugin lama merupakan bagian yang sering terlupakan.
Misalnya Anda pernah menggunakan plugin SEO, statistik, keamanan, formulir, cache, atau plugin lainnya. Setelah plugin dihapus, tabel yang dibuat oleh plugin tersebut mungkin masih tertinggal.
Untuk mengetahuinya, buka phpMyAdmin dan periksa daftar tabel.

Nama tabel tertentu dapat memberikan petunjuk mengenai plugin yang membuatnya.
Namun, jangan langsung menghapus tabel hanya karena namanya terlihat tidak dikenal.
Cari tahu terlebih dahulu plugin yang membuat tabel tersebut. Jika Anda tidak yakin, periksa dokumentasi plugin atau jangan menghapusnya.
Kesalahan menghapus tabel dapat menyebabkan fitur tertentu berhenti bekerja.
14. Bersihkan Database Secara Bertahap
Jangan mencoba membersihkan seluruh database dalam satu kali proses.
Cara yang lebih aman adalah melakukan pembersihan secara bertahap.
Urutannya dapat dibuat seperti berikut:
- Backup database : Pastikan file backup dapat digunakan jika terjadi masalah.
- Bersihkan komentar spam : Hapus komentar yang memang tidak diperlukan.
- Bersihkan komentar Trash : Kosongkan komentar yang sudah tidak akan digunakan.
- Hapus revisi lama : Gunakan plugin atau metode lain yang aman.
- Bersihkan transient kedaluwarsa : Hapus data sementara yang memang sudah tidak berlaku.
- Bersihkan draft dan auto-draft : Hapus konten yang memang sudah tidak diperlukan.
- Audit plugin : Hapus plugin yang tidak digunakan :
- Periksa tabel database : Cari tabel yang berukuran tidak wajar atau berasal dari plugin lama.
- Optimasi tabel : Jika diperlukan, gunakan fitur Optimize table.
Setelah setiap tahap, buka website dan periksa apakah seluruh fungsi masih berjalan normal.
15. Database Besar Tidak Selalu Berarti Website Lambat
Perlu dipahami bahwa database besar tidak otomatis berarti website pasti lambat.
Performa WordPress dipengaruhi banyak faktor, seperti kualitas hosting, CPU, RAM, I/O, konfigurasi server, PHP, plugin, tema, cache, ukuran gambar, query database, serta jumlah pengunjung.

Karena itu, jangan hanya berfokus pada ukuran database.
Jika setelah database dibersihkan website masih lambat, lakukan pemeriksaan terhadap faktor lainnya.
Anda juga dapat membaca Cara Mengurangi Penggunaan Resource Hosting untuk melihat berbagai faktor yang dapat menyebabkan penggunaan resource hosting tinggi.
16. Perhatikan Kapasitas Hosting
Database juga menggunakan ruang penyimpanan hosting. Jika kapasitas hosting hampir penuh, database dapat menjadi salah satu bagian yang perlu diperiksa.
Namun, jangan hanya melihat database. File backup, gambar, cache, log, email, dan file website lainnya juga dapat menggunakan ruang penyimpanan.

Jika hosting sudah terlalu terbatas untuk kebutuhan website, membersihkan database mungkin hanya menjadi solusi sementara.
Dalam kondisi tersebut, pertimbangkan kembali paket hosting yang digunakan.
Jika Anda sedang mencari referensi sebelum memilih layanan, Anda dapat melihat Rekomendasi Share Hosting Terbaik di Indonesia sebagai salah satu referensi perbandingan.
Cara Mencegah Database WordPress Membengkak Lagi
Membersihkan database satu kali tidak cukup. Selama website terus digunakan, data baru akan terus masuk.
Karena itu, lakukan beberapa kebiasaan berikut.
- Batasi Revisi Artikel : Tidak semua revisi harus disimpan selamanya. Batasi jumlah revisi sesuai kebutuhan.
- Bersihkan Spam Secara Rutin : Jangan membiarkan komentar spam menumpuk sampai ribuan data.
- Hapus Plugin yang Tidak Digunakan : Semakin banyak plugin yang dipasang tanpa kebutuhan jelas, semakin besar kemungkinan database memiliki data tambahan yang tidak diperlukan.
- Periksa Database Secara Berkala : Tidak perlu menunggu database mengalami masalah. Lakukan pemeriksaan secara berkala untuk mengetahui tabel mana yang terus bertambah.
- Simpan Backup di Tempat yang Aman : Jangan hanya mengandalkan satu backup yang tersimpan di server hosting. Jika memungkinkan, simpan salinan backup di lokasi lain.
- Jangan Asal Menghapus Tabel : Ini merupakan salah satu aturan paling penting.
Jika Anda tidak mengetahui fungsi sebuah tabel, jangan menghapusnya hanya karena ukurannya besar.
Seberapa Sering Database WordPress Harus Dibersihkan?
Tidak ada jadwal yang berlaku untuk semua website.
Gambaran Frekuensi Pemeriksaan Database
| Kondisi Website | Pendekatan Pemeriksaan |
|---|---|
| Website pribadi | Dapat diperiksa setiap beberapa bulan |
| Website berita | Mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih sering |
| Toko online | Mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih sering |
| Forum | Mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih sering |
| Website sangat aktif | Perlu memperhatikan kondisi database lebih sering |
Website pribadi dengan sedikit artikel dan pengunjung mungkin cukup melakukan pemeriksaan setiap beberapa bulan.
Sementara website berita, toko online, forum, atau website yang sangat aktif mungkin perlu melakukan pemeriksaan lebih sering.
Yang paling penting adalah memperhatikan kondisi database.
Jika ukuran database meningkat secara tidak normal, cari tahu penyebabnya.
Misalnya, jika ukuran database tiba-tiba meningkat dari beberapa ratus megabyte menjadi beberapa gigabyte, jangan langsung melakukan penghapusan massal.
Periksa tabel mana yang mengalami peningkatan dan cari tahu data apa yang membuat ukurannya bertambah.
Dengan cara tersebut, Anda tidak hanya membersihkan database, tetapi juga menemukan penyebab utama database membengkak.
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Membersihkan Database WordPress
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan ketika membersihkan database WordPress.
- Pertama, tidak membuat backup sebelum melakukan perubahan.
- Kedua, menghapus tabel database hanya berdasarkan nama.
- Ketiga, menjalankan query SQL tanpa memahami fungsi query tersebut.
- Keempat, menghapus semua transient tanpa membedakan data yang masih aktif dan yang sudah kedaluwarsa.
- Kelima, menghapus data plugin lama tanpa mengetahui apakah tabel tersebut masih digunakan.
- Keenam, menganggap database harus dibuat sekecil mungkin.
Tujuan optimasi bukan sekadar mendapatkan database dengan ukuran paling kecil. Tujuannya adalah menghilangkan data yang memang sudah tidak diperlukan tanpa mengganggu fungsi website.
Kesimpulan
Membersihkan database WordPress yang membengkak penting untuk pemeliharaan website.
Data seperti revisi artikel, komentar spam, transient kedaluwarsa, draft lama, metadata tidak terpakai, dan tabel plugin yang sudah dihapus dapat membuat database semakin besar.
Cara aman adalah melakukan backup database terlebih dahulu, lalu memeriksa tabel berukuran besar.
Pembersihan dapat dilakukan bertahap, mulai dari revisi, komentar spam, transient, draft, hingga data plugin yang benar-benar tidak digunakan.
Pengguna pemula dapat memakai plugin optimasi database, sedangkan pengguna yang memahami SQL bisa menggunakan phpMyAdmin.
Namun, query SQL harus dijalankan dengan hati-hati karena kesalahan dapat menghapus data penting.
Selain database, performa WordPress juga dipengaruhi hosting, plugin, tema, cache, PHP, server, dan faktor teknis lainnya. Pemeriksaan berkala membantu menjaga database tetap rapi dan mudah dikelola.






